Pemuda itu melangkah kakinya dengan cepat menghampiri Claude dan Sky yang berada tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri. Ia jelas saja bertanya-tanya mengapa kedua orang itu ada disana sambil bergandengan tangan. “Lo berdua ngapain?” tanya pemuda itu saat ia sudah berdiri tepat di belakang Claude dan Sky. Deg. Jantung Sky berdetak seribu kali lebih cepat karena mendengar suara itu. Dalam hatinya tentu saja ia merapalkan doa-doa agar rahasianya tak terbongkar sekarang juga. Ia baru saja merasakan kebahagian bersama dengan Claude. Ia tak ingin kebahagiaan itu berakhir sekarang juga. Claude dan Sky pun membalikan tubuh mereka. Berbanding terbalik dengan Sky yang bernapas lega, Claude malah terpancing emosinya karena lagi-lagi Julian muncul dan mengganggunya. “Lo yang ngapain?!” tanya

