bc

Om-Om Tampan Suamiku

book_age18+
36
IKUTI
1K
BACA
possessive
sporty
CEO
drama
genius
highschool
first love
school
love at the first sight
passionate
like
intro-logo
Uraian

Embun Salma Abasarini, gadis cantik pintar ceria dan pembarani tiba-tiba menikah dengan pria dewasa yang seumuran dengan ayahnya. Keputusannya untuk menikah dengan pria dewasa itu merubah kehidupannya. Hinaan dan caci maki yang dia terima dulu berubah menjadi iri dengki dari mereka.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 Pernikahan
Hari ini adalah hari pernikahanku, aku melihat penampilanku yang sedang dirias anak tetanggaku dengan make up natural cocok dengan wajahku. Aku yang meminta untuk make up tidak terlalu tebal. "Sayang, apa kamu yakin dengan pernikahan ini, Kamu bisa membatalkannya jika kamu tidak mau nak, ibu tidak ingin kamu mengorbankan masa depanmu demi kami nak?". Tanya ibu. Ibu yang masuk kedalam kamar tanpa mengatuk duduk disampingku yang sedang dirias. "Ibu jangan berbicara begitu bu. Embun Ikhlas kok bu. Embun tidak akan membatalkan pernikahan ini. Jika embun membatalkan pernikahan ini. Bagaimana dengan juna bu?." Jawabku pada ibu. "Maafkan Bapak sama Ibu ya sayang, ibu sudah membuatmu harus menanggung semua ini." Ucap ibu. Ibu Sudah menangis disampingku. "Tidak apa-apa bu, Embun Ikhlas bu melakukan semuanya." Jawabku. Aku memeluk ibu dan menangis bersama "Aduh-aduh jangan nangis dong... Entar make upnya luntur loh.. mau muka kamu cemong, soalnya ini bukan make up yang Kayak artis itu,, tu,, apa namanya. aduh lupa lagi." Kata Lisa. Anak tetangga yang merias aku "waterproof mbak?." jawabku. Aku melepaskan pelukanku pada ibu dan melihat tampilanku di cermin "Iya itu itu maksudku." jawab Lisa dan ia juga melihat tampilanku lagi "itukan bener make upnya luntur, sini aku perbaiki lagi jangan dihapus pake tangan ntar gamis putih ini kotor lagi.. Bisa noda kalau kena bedak. ini tisu pegang kalau keringetan di tap tap gitu aja, tetapi jangan hapus juga nanti luntur." celoteh mbak Lisa "iya mbak." Jawabku duduk kembali dengan tenang. Tok Tok Tok "Kalian sudah siap pengantin laki-lakinya udah di bawah nih.." Panggil ibu RT yang datang kemarku "Iya bu sudah selesai kok.." Jawab ibu. Aku diam tidak bisa menjawab pertanyaan ibu Rt karena kalau aku gerak mbak Lisa bisa marah lagi kalau banyak gerak. "Baiklah kalau begitu, nanti Kalau udah selesai aku panggil lagi." Kata ibu RT yang masih ada di luar kamar lalu ibu RT kembali ke Ruang tamu Aku mendengar sudah banyak sekali tamu yang datang di gubug reot kami. aku hanya mengundang beberapa keluarga bapak dan ibu, juga beberapa tetangga dan Ibu RT. Aku tidak mengundang sahabat dan teman-temanku karena aku belun siap mereka tahu aku menikah. Nanti mereka mengira aku menikah karena hamil lagi. Dari kamar aku bisa dengan jelas mendengar Ijab Kabul yang di ucapkan lelaki itu "Saya Terima Nikah dan Kawinnya Embun Salma Ambasarini Binti Prasetiyo Nugraha dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 200juta rupiah dibayar Tunai." SAHHH SAHHH SAHHH Deghhh Aku yang berada didalam kamar mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan oleh suamiku. Iya sekarang aku sudah bersuami. Sekarang aku adalah gadis yang telah bersuami. Aku menahan air mata ini agar tidak terjatuh bisa merusak hasil karya mbak Lisa. "Semoga ini keputusan yang terbaik aku ambil ya Allah. Amin" Aku berdoa dalam hati. Ibu yang tidak bisa menahan tangisnya. Ia hanya bisa memelukku dan Berpesan padaku. "Nak, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri kamu harus patuh pada suamimu, dan jagalah marwah seorang istri bila kamu sedang berada diluar rumah. Kamu memang masih muda lngin bermain dengan teman-temanmu. Tapi sekarang statusmu adalah seorang istri jadi kamu tidak bisa sebebas dulu, Tanggung jawabmu sekarang ada pada suamimu." pesan ibu kepadaku. Tok Tok Tok "Bu Aisyah ayo kita bawa keluar Embun, suaminya sudah menunggu. Selamat ya Embun semoga keluarga kamu sakinah mawadah warrahmah ya ." kata ibu Rt yang masuk kedalam kamarku. "Amin." jawab aku dan ibu serentak Aku berjalan keluar kamar diapit oleh ibu dan ibu RT disisiku. Aku melihat didepan sana, di depan bapakku duduk seorang laki-laki dewasa yang sudah berumur 48 tahun yang masih gagah dan tampan, kulit khas lokal, hidung mancung dengan menggunakan jas Hitam celana hitam peci putih itu suamiku. Pandangan Kami terkunci, aku yang sudah malu ditatap seperti itu langsung memutus pandangan kami dan menunduk. Setiba di hadapan lelaki yang sudah resmi menjadi suamiku, ia memberikan tangannya untuk aku cium aku hanya memandang sejenak tangan yg ada di depanku, entah mengapa hatiku tiba-tiba berubah jadi grogi seperti ini, padahal tadi aku sempat ingin lari saja. Aku mengambil tangannya menciumnya, dan Suamiku mencium keningku sambil melafalkan doa. Setalah itu Aku mendatangani berkas pernikahan kami dari KUA. Dan di foto sebentar dengan menggunakan HP saja. Karena pernikahan kami digelar dengan sederhana tidak ada resepsi yang mewah itu keinginanku. Kemudian aku beralih pada bapakku aku meminta restu padanya aku memeluknya bapak memelukku dengan erat dan hanya mengucapkan kata "Maafkan Bapak". Aku sudah tidak bisa lagi membendung air mata ini. Jatuh sudah pertahanan yang aku jaga sedari tadi. Aku sudah tidak perduli telah merusak karya mbak Lisa lagi. Aku hanya menangis dipelukkan laki-laki yang jadi cinta pertamaku. Perkataan maafnya membuat hatiku sakit. Bapak dan aku menangis berdua ibu yang datang menghampiri kami ikut juga menangis sambil memelukku dan bapak. Suamiku hanya melihat kami yang sedang menangis aku tidak tahu apa yang ada dibenaknya kami jadi tontonan tamu yang ada disana. Kemudian pak RT menghentikan tangisan kami. mengatakan kami menjadi tontonan orang. Kami menyuguhkan makanan yang di pesan oleh suamiku. Semua makanannya enak-enak makan hotel, makanan yang tidak bisa kami beli karena harganya mahal kami hanya bisa memakannya setahun sekali itupun jika kami mendapatkan jatah kurban. jika tidak maka kami tidak bisa memakannya. Aku mendengar suara sumbang dari tetanggaku tetapi aku tidak perduli apa yang di katakan mereka. "Wah,,, ini makanan hotel loh tun, tak kirain sampean hanya pesan makan ala-ala warteg Isyah " kata ibu Ratna tetangga sebelah rumahku "Iya Rat,, ini makanan enak loh. kamu bawa kresek gak Rat?." Kata ibu Atun dengan tidak tahu malunya. "Isyah, punya kresek gak, mau bawa pulang boleh kan?". Tanya Ibu Ratna Dih dasar ibu gak tahu malu,, masa mau membungkus makanan di rumah orang. "Sebentar saya belikan dulu di warung bu Ratna." Jawab ibu dengan lembut. Aku menolah pada laki-laki di sampingku yang hanya diam sedari tadi ternyata ia sedang melihat ibu-ibu yang katanya sosialita tapi nyatanya mereka kampungan seperti baru melihat makanan mewah saja. "Loh Embun ambilkan suaminya makan dong. Malah diam dari tadi." Suruh ibu padaku yang baru kembali dari warung membeli kresek. Aku menoleh pada suamiku "m..mm..mm Bapak mau makan apa?." tanyaku padanya "Apa aja yang kamu ambilkan buat saya" jawabnya kaku "Baiklah Tunggu sebentar." Kataku dan aku bergegas pergi mengambil makanan *** Setelah acara semua selesai.. aku yang kelelahan membantu ibu membereskan rumah dan aku masuk kedalam kamar. Aku terkejut siapa yang ada di dalam kamarku. TBC

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
65.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook