"Nina?" Seseorang menyerukan nama Nina ketika gadis itu baru saja turun dari mobil.
Membuat cewek itu berdiri kaku di tempatnya. Mampus—Nina, ketahuan? Padahal dia sudah meminta Dio menurunkannya di toko foto kopi yang lumayan jauh dari area sekolah.
Cewek itu melirik Dio yang juga sama tegangnya.
"Nina kamu Nina kan? Kamu kok turun di sini? Kamu sama siapa? Agam kemana?" Mendengar cercaan orang itu, Nina menghembuskan nafas lega. Karena dari suaranya, Nina bisa mengenali orang itu adalah sepupunya—Zara.
Dan benar, ketika Nina menoleh ia mendapati Zara dengan mata yang melebar. Zara terkejut setelah mengetahui siapa cowok yang ada di dalam mobil. Bukan Agam, melainkan Dio yang kini juga sama terkejutnya.
"Oh, lo sama Dio."
Di telinga Dio, ucapan Zara itu terdengar seperti kekecewaan. Membuat Dio ingin menjelaskan padanya jika ini tidak seperti yang ia pikirkan.
"Agam ada urusan, jadi gue sama Dio ke sekolah berdua," papar Nina pada Zara.
"Oh," mata Zara tak sengaja bertemu dengan mata Dio yang juga meliriknya. Buru-buru Zara membuang muka kemana saja asal tak menatap wajah tampan cowok itu.
"Terus kenapa lo turun sini?"
"Yaaa karena—" perkataan Nina itu dipotong oleh tawaran Dio pada Zara.
"Zara lo ikut kita aja ke sekolahnya, biar Nina nggak turun sini." Ucap Dio.
Zara menatap Nina seolah menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi Nina hanya diam dan meminta Zara untuk setuju.
Zara mengangguk, membuat Nina bernafas lega karena ia tak jadi jalan jauh ke sekolah. Mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam mobil.
"lo habis ngapain Ra?" Tanya Nina, mobil mereka kini sudah bergerak menuju sekolah.
Nina duduk di belakang bersama Zara, membuat Dio terlihat seperti sopir mereka.
"Habis Foto kopi materi biologi semester kemarin, kan gue nggak punya catetannya." Jelas Zara.
"Oh," Nina mengangguk mengerti. Ia kemudian mendekatkan diri ke telinga Zara, membisikkan sesuatu. "Entar gue jelasin."
Zara hanya mengangguk pelan. Entahlah, ia merasakan sesuatu yang aneh. Hatinya mendadak nyeri ketika tau Dio dan Nina ke sekolah berdua. Padahal kan ia harusnya tau, kalau sepupunya itu tak mungkin menjalin hubungan yang spesial dengan Dio. Menginggat betapa bencinya Nina dengan lelaki itu.
Mereka akhirnya sampai di sekolah, setelah mobil hitam itu terparkir dengan aman di area parkir, Dio menyuruh kedua cewek itu turun.
Tak ada sesuatu yang spesial, atau tak ada sapaan yang keluar dari mulut Dio pada Zara. Zara berlalu begitu saja dari hadapan Dio, seolah cewek itu bukan siapa-siapa di hatinya.
Dio menahan perasaannya. Karena sebenarnya Dio ingin mengajak zara berbicara, padahal Dio ingin mengucapkan kata semangat pada Zara, tapi tampaknya ia tak berani. Atau lebih tepatnya ia tengah menepati janjinya untuk tidak menganggu Zara? Ya sepertinya. Menginggat Dio adalah seseorang yang memegang teguh janji yang ia ucapkan.
"Jadi?" Kata Zara ketika ia dan Nina suda memasuki koridor sekolah yang ramai. Jarum jam sudah menunjukkan waktu masuk kelas. Kurang sepuluh menit, membuat mereka berdua tidak terlalu terburu-buru masuk ke dalam kelas.
"Jadi apa?" Tanya Nina heran.
"Katanya mau jelasin?"
"Oh!" Nina sontak tersenyum. "Itu—"
"Kenapa Nin?"
"Gawat Raaa!!"
"Gawat kenapaa?"
"Gue belum ngerjain PR! Entar aja istirahat yaaa" Nina segera menuju kelasnya. Meninggalkan Zara dengan segala pertanyaan yang bersemayam di relung hatinya.
Zara sedikit kesal dengan dirinya sendirj, kenapa ia merasa sedih hanya karena melihat Nina dan dio bersama? Kenapaaa? Ia tak seharusnya memiliki perasaan seperti itu!
Atau mungkin ia tengah cemburu? Ah sebentar-sebentar, memangnya Zara sudah suka Dio? Huft, lagi-lagi urusan hati ini membuat Zara pening. Cewek itu segera menghipnotis pikirannya sendiri untuk tidak memikirkan Dio. Padahal akhir-akhir ini zara berhasil melupakan Cowkk itu semenjak kejadian di kantin beberapa hari lalu. Tapi kini, sosok cowok itu kembali menghantui Zara.
----
Hot news!
Dio ud punya pcr! Tadi pagi dia dateng ke sekolah sama pcrnya!
Kolom komentar:
@Fauzvcg: bukannya tadi dia dateng sama Zara dan Nina? Jadi dio punya dua pcr? Hebat!
@Gilng: emang yg dateng bareng ke sekolah itu pacar? Gue sama Agus pacaran dong?
@Suga: min jangan ghibah plis, maaf yang sebenarnya yg pacaran sama dio itu gue
@Gilng: orang gila -> @suga
@Hldyh: gue tebak pcrnya anak baru, kan Dio uda suka anak baru dari dulu.
@Gitasafari: setuju sama @hldyh. Lagian kalau dio sama Nina g mungkin! Nina benci Dio.
@Varenkhs: gue kangen dio punya pacar masak:(
@bucinoppa: kapan Dio jadi pacar gue?
@taexhyung: gue harap lo bahagia ya yoo, kapan-kapan main ke kelas gue. Siapa tau lo suka sama gue. Gue cewek yg selalu pakek bando warna pink.
Dan masih banyak lagi celotehan netizen Aksara tentang Twit terbaru akun gosip aksara di twitter. Sekalipun kebenaran berita itu masih belum bisa dibuktikan, ternyata banyak orang yang percaya.
"Lo tadi ke sekolah sama Dio?" Termasuk Mayang, cewek itu baru saja membaca berita itu dan segera mempertanyaakannya pada Zara yang kini ada di sampingnya.
Zara yang tengah sibuk makan martabak telur itu pun sontak menoleh menatap Mayang heran. Kok mayang bisa tau?
"Ra, malah diem! Jawab!"
"Iya."
"Jadi lo pacarnya Dio yang baru??"
"Heh! May! Maksudmu apa??"
"Baca ini!" mayang memberikan ponselnya pada Zara, menyuruh Zara membaca berita itu sendiri.
"ini akun twitter siapa?"
"Masih jadi rahasia umum akun itu milik siapa, yang jelas akun itu sering ngasih tau gosip terbaru di Aksara."
"Nggak valid nih gosipnya, fitnah!" Ketus Zara, ia kemudian mengembalikan ponsel Mayang.
"Jadi sebenernya lo uda pacaran belum si sama Dio?"
"Mayang...plis deh, gue sama Dio nggak ada apa-apa."
"Terus di berita itu?"
"Nggak tau," Zara terlihat cuek, ia masih asyik memakan martabak telurnya. .
"Kok bisa si lo sama Dio ke sekolah bersama?"
"Nggak cuma gue sama Dio, tapi sama Nina juga!"
"APAAAA?? BERARTI KALAU BUKAN LO, PACAR DIO ITU—"
Belum juga Mayang menyelesaikan kalimatnya, Kaila datang dengan tergesa-gesah. Deru nafasnya berhembus cepat, seolah menunjukkan ia habis lari.
"Gais—"
"Kaila ada apa?"
"Hhh...hh...hh.." Kaila masi mengatur pernafasannya.
"Kai pelan-pelan, ambil nafas dulu!" Zara mengelus punggung Kaila.
"Ga..hh..wat.."
"Kenapa Kai?"
"Nina..hh..."
"Nina kenapaa?"
"Dia berantem sama Eriskha!"
"Eriskha??? Mantannya Dio??"
Kaila mengangguk, "Eriskha ngira Nina pacaran sama Dio."
Mayang dan zara saling menatap satu sama lain. Baru saja mereka bahas, eh kabar itu uda menjadi percikan minyak tanah yang menyambar api.
Mereka bertiga pun segera menuju kelas Nina. Dengan raut wajah khawatir takut Nina melakukan hal yang buruk pada Eriskha. Ya, mereka tak khawatir pada Nina, karena mereka tau Nina itu kuat dan jago bela diri. Jadi kalau bertengkar, pasti Nina yang akan lebih menyerang lawannya.
Tbc
Xx, muffnr