Mutia yang melihat pria di hadapannya sama sekali tidak bisa berkata apa-apa. Matanya mengerjap beberapa kali, berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri kalau dia tidak sedang berhalusinasi. Melihat reaksi Mutia, Bayu sendiri tau apa yang sedang dipikirkan oleh wanita tersebut. Karena itu, dia segera berjalan mendekati sang wanita dan mencubit kedua pipinya, berusaha untuk menunjukkan kalau ini bukan mimpi. Rasa sakit yang memenuhi seluruh wajah Mutia membuatnya mengerang dan juga menjerit tertahan, meminta kepada Bayu untuk segera melepaskannya. Pria tersebut melepaskan tarikannya dengan sebuah kekehan kecil, merasa sangat senang dan juga merasa sangat bahagia bisa melihat Mutia kembali. "Kenapa hanya diam saja? Apa kamu tidak senang sahabatmu masih disini?" Rekan kerja Mutia yang juga

