Sebuah kerutan di kening Mutia muncul ketika dia sedang meletakkan pesanan ke salah satu meja. Ketika dia mendongakkan kepalanya, dia bisa menyadari tatapan Bayu yang diarahkan kepadanya. Jelas wanita tersebut menghela napas pelan sebelum menggelengkan kepalanya dan kembali bekerja, memberikan senyuman kepada pelanggan yang ada di hadapannya. Melihat senyuman di bibir Mutia, para pelanggan tersebut juga dengan sendirinya langsung tersenyum. Jelas mereka semua merasa sangat senang melihat senyuman yang ada di wajah Mutia. “Selamat menikmati makanannya,” ujar Mutia sembari membungkukkan kepalanya sedikit sebelum dia akhirnya mengundurkan diri. “Apa yang kamu lakukan?” omel Mutia ketika sudah berada di samping Bayu, menepuk pundak pria tersebut. “Hanya memperhatikanmu bekerja. Apa tidak b

