Bagian 32

2091 Kata

Mutia yang mendengar ucapan Bayu nampak terdiam selama beberapa saat, seperti seseorang yang sedang linglung. Pandangannya kosong dan juga ekspresinya seperti tidak fokus. Jelas ini membuat Bayu merasa khawatir sehingga dia segera menarik pundak sang wanita, berusaha untuk menyadarkannya. Namun, tidak peduli seberapa kuat dia mengguncangnya, Mutia sama sekali tidak terlihat sadar. Dia justru hanya membuat Saka yang melihat ini merasa marah. Dia segera menarik Bayu untuk menjauhi Mutia, menganggapnya berusaha untuk menyakiti wanita tersebut. “Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Saka dengan ketus. Bayu yang melihat ini jelas sama sekali tidak bisa percaya. “Mutia,” gagap Bayu. Butuh beberapa saat sebelum akhirnya pandangan Mutia kembali seperti biasa, dan pandangannya itu langsung terja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN