Mutia yang sedang makan siang dengan rekan lainnya, menolak untuk bersama dengan Bayu dan memerintahkannya untuk tinggal menjaga restoran sementara bersama beberapa yang lain, kini memandangi ponselnya. Meski dia sudah mematikan suara dan nada getarnya, Mutia masih bisa membayangkan bagaimana ponsel di tangannya tersebut terus berbunyi. Mutia yang terlihat sangat teralihkan itu mendapatkan perhatian dari rekannya yang lain. Mereka semua saling bertatapan sebelum menatap Mutia, ekspresi kasihan dan sedih tercetak di wajah mereka, seperti mereka bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Mutia juga. Butuh beberapa saat sebelum wanita itu menyadari pandangan yang diberikan oleh rekan kerjanya itu. Jelas ini mengejutkan Mutia. "Kenapa kalian semua memandangku seperti itu? Apa aku melakuka

