"Mami benaran enggak mau pulang bareng?" tanya Jasmine saat aku mengantarnya ke mobil karena Kak Gandra sudah menunggu di sana.
"Mau," tanganku mengusap poninya yang berantakan, "tapi Mami masih ada rapat sama guru-guru. Jadi Mine pulang duluan aja sama Papi. Nanti Mami naik ojek pulangnya ya."
"Minta Papi jemput aja."
Aku menggeleng, bukannya aku enggak mau meminta tolong kepada Kak Gandra. Hanya saja aku sudah tahu jawabannya, pasti dia enggak mau menjemput aku dengan menggunakan berbagai alasan.
"Papi cape kalau harus jemput Mami, kasihan," aku membuka pintu mobil lantas membantu Mine untuk masuk, "kalian pulang duluan. Aku masih ada rapat," ucapku yang langsung diberikan respons anggukan kepala.
"Mine sudah makan siang?"
Aku menggeleng. "Anaknya enggak mau. Katanya dia mau makan sama Papinya."
"Kamu sudah masak, Sayang?"
"Sudah. Masih ada masakan tadi pagi."
"Buah buat Mine masih ada di kulkas?" tanya Kak Gandra lagi.
"Ih Papi!" pekik Jasmine kencang, "kok pertanyaan begitu. Tanyain Mami pulang jam berapa. Tanyain mau dijemput atau enggak. Gitu dong."
Jasmine memang paham aku banget. Memang itu pertanyaan yang ingin aku dengar. Bukan pertanyaan yang selalu tentang Jasmine. Kadang ditanya saja, aku sudah senang karena merasa Kak Gandra memerdulikanku, walau sedikit.
"Mine enggak tahu aja," Kak Gandra melempar tatapan ke arahku, "tadi Papi sudah telepon Mami. Katanya Mami enggak mau dijemput. Iya kan?"
Dia berbohong.
Mana pernah pria itu menelepon kecuali ketika anaknya dalam keadaan bahaya.
"Iya. Mami enggak mau dijemput. Makanya Papi enggak nanya itu lagi."
"Oh." Jasmine mengangguk-angguk kemudian dia kembali sibuk dengan mainan di tangannya.
"Hati-hati ya kalian," ucapku sambil menutup pintu mobil kemudian mobil Kak Gandra bergerak keluar dari parkiran sekolah.
°°°
"Mungkin hanya itu saja pembahasan yang kita bahas pada rapat kali ini. Kurang lebihnya mohon maaf. Terima kasih Bapak Ibu," ucap Pak Angga menutup kegiatan rapat pada sore ini.
Pria itu memasukkan laptopnya ke dalam tas sebelum dia menyentuh pundakku pelan. "Pulang sama siapa?" tanyanya.
"Ojek online."
"Enggak di jemput suami lagi?"
Aku menggeleng.
"Mau bareng aja enggak?"
Aku menunjukkan layar ponselku. "Sudah pesan ojek online," ucapku. Sengaja aku pesan ojek online cepat-cepat karena agar punya alasan untuk menolak ajakan Pak Angga.
"Oh gitu, yaudah," dia memakai tasnya di bahu, "saya duluan." Aku mengangguk lantas Pak Angga lebih dahulu keluar dari ruang rapat ini.
Aku buru-buru memasukkan barang-barangku karena mendapatkan notifikasi bahwa ojek pesanku sudah hampir sampai.
Sesampainya di halaman depan sekolah, aku mendadak terdiam. Langit yang tadi aku lihat cerah kini sudah menggelap. Aku menatap ke layar ponselku, driver belum sampai ke titik penjemputan.
Aku mencoba tetap tenang, tetapi tidak bisa. Panikku semakin meradang saat hujan tiba-tiba turun dan ditambah dengan ojek online pesanku yang dibatalkan sepihak.
Mencoba tetap berpikir, walau panik. Aku memesan mobil online, tidak ada yang menerima pesananku, aku coba beberapa kali hasilnya pun sama. Sekali diterima, driver mobil itu minta dibatalkan olehku karena katanya saat hujan keadaan jalan pasti macet.
Saat aku menoleh ke belakang, menatap kondisi sekolah. Lampu sudah mulai dinyalakan karena hari sudah semakin malam. Suasananya pun sepi, maklum sudah banyak guru-guru yang pulang.
Sekarang perasaan takut yang muncul.
Tidak ada pilihan lain selain meminta tolong kepada Kak Gandra. Aku menelepon pria itu, mencoba beberapa kali, tapi hasilnya pun sama. Enggak diangkat. Pasti dia mematikan notifikasi dering diponselnya.
"Ojek onlinenya belum datang juga?" suara dari arah belakang yang mampu membuat aku terperanjat kaget, "ini saya. Kok kaget begitu," ucap Pak Angga disertai dengan tawa.
"Dibatalkan."
Pria itu mengangguk, dia melirik ke arah ponselku yang masih mencoba menelepon Kak Gandra. "Suamimu enggak angkat panggilannya?"
Aku menggeleng. "Mungkin dia lagi sibuk," ucapku.
"Dia sibuk atau enggak peduli?" pertanyaan Pak Angga mampu membuat aku menatapnya lekat, "saya sudah memperhatikan hubungan kalian sejak awal. Ini bukan pertama kalinya kamu kesusahan, tapi enggak pernah sekalipun dia membantu kamu, padahal kamu benar-benar butuh bantuan."
Aku terdiam. Mau membela Kak Gandra, tapi aku bingung harus memberikan pembelaan apa karena memang yang diucapkan Pak Angga adalah sebuah kebenaran.
"Nda," Pak Angga menatap kedua mataku bergantian, "kalau kamu butuh bantuan dan enggak ada satu pun orang yang bisa bantu kamu. Saya di sini, selalu ada saat kamu butuh."
Aku butuh untuk diantar pulang, tetapi aku lebih butuh uang untuk menghidupkan adik dan Ibuku.
"Bapak punya uang?" tanyaku tanpa basa-basi.
Dia langsung mengeluarkan dompetnya. "Berapa?"
"Enam ratus ribu buat bayar taksi."
"Kok mahal banget? Naik bajaj aja, Nda. Enggak sampai tiga puluh ribu."
Aku tersenyum miring. Enggak salah aku memilih Kak Gandra, walaupun dia enggak mencintaiku, tapi dia royal kepadaku dan keluargaku. Bahkan ketika aku meminta uang, berapapun nominalnya, selalu dia berikan, tanpa bertanya untuk apa.
Teruntuk yang mau baca cepat, aku udah publish satu buku full di k********a.
Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)
Terdiri dari:
Full E-book (Lengkap)
Part Ke-1 sampai Part Ke-61 (Ending)
Total 61 Part ; 241 Halaman
Hanya dengan Rp46.000 kalian bisa akses semua itu, tanpa menunggu.
Cara Pembelian:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Part Ke-1 sampai Part Ke-61 (Ending) _ Mutualism Marriage _ TheDarkNight_)
3. Setelah ketemu, scroll ke bawah sampai menemukan harga jual karya tersebut. Harganya Rp46.000.
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, Shopeepay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Jika ada pertanyaan boleh chat admin aku 085810258853
Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)