SEBAGAI hukuman lain karena Alena tidak mampu memenuhi hukuman keduanya, dia dihukum keesokan harinya untuk berolahraga di gimnasium setiap satu alat olahraga setengah jam. Darius agak berbaik hati mengurangi durasi awal satu jam menjadi setengahnya. Tapi tetap saja itu menyiksa Alena! “Sudah siap?” tanya Darius memegang stopwatch di tangannya. Pria itu tampak selalu dalam performa terbaik dengan setelan jasnya. Alena ogah-ogahan mengangguk. Mana pernah dia olahraga seniat itu, paling Cuma joging itu juga hanya saat Hanin mengajaknya. Ditambah Darius tidak memberi pakaian yang cocok untuk berolahraga—dia masih mengenakan baju yang kemarin. Alena juga mana mengerti pemanasan yang sesungguhnya, hanya merenggangkan tangan, kaki, dan otot-otot badan seadanya. Ruang gimnasium itu luas dan

