Hari Pertama Sekolah
Pagi ini adalah pagi yang indah untuk Clara. Clara gadis remaja usia 13 tahun yang baru menginjak kelas 1 SMP, Clara masuk di salah satu sekolah favorit di kotanya. Saat itu bukan jalur zonasi seperti saat kini namun menggunakan sistem Nem, saat itu Nem nya Clara masuk ke pilihan ke 2 karena nem nya di pilihan pertama tergeserkan karena gelombang siswa yang membludak.
Berbeda dengan kebanyakan temannya di lingkup rumah yang masuk ke sekolah Favorit pertama Clara, ada pun saudara seangkatan Clara yang memilih untuk masuk ke Pesantren saat itu.
Clara adalah satu-satu nya anak di Perum Indah yang masuk ke SMP Jubel (disamarkan) jadi tak ada teman seangkatan di daerah rumahnya.
****
sekilas mengenai keluarga Clara, Ibu nya adalah seorang pedagang yang membuka usaha warung kelontong di rumah dan Bapaknya Seorang Manager Pabrik Textile, Clara mempunyai 2 orang Kakak laki-laki, kakak pertama bernama Kak Reddy, yang ke 2 bernama Kak Sandi dan 1 adik perempuan bernama Chris, mereka hidup bahagia dan saling akur satu sama lain.
****
"Mah hari ini Clara diantar siapa?" sambil merapihkan baju seragamnya
"Clara pergi sendiri kan sudah besar" tegas Mama sambil merapihkan dagangan
seperti tersambar petir di siang bolong,
"Mah mana mungkin Clara pergi sendirian, kan sekolah nya jauh harus pakai angkot, Clara gak mau ah pergi sendiri, Clara mau di antar saja"
"makanya kamu yang pintar dong, belajar yang betul jadi kan kalau Nem kamu besar kamu bisa pergi sekolah bareng sama anak-anak disini"
(ishh, apa pula nih Mama sepertinya masih belum Move on dari masalah Nem) gumam Clara kesal,
(aha aku punya ide) sambil tersenyum sendiri
"ya sudah Mah kalau gak ada yang mau antarkan Clara gakan pergi saja" sambil melangkah kembali menaiki tangga
"eh eh enak saja Clara..." teriak Mama dari bawah
sementara Clara di atas sambil tersenyum merapihkan lagi pakaiannya, Hari ini hari besar baginya jadi harus serba Perfect.
"Reddy ayo bangun, antar Clara sekolah" teriak Mama dari bawah,
10 menit berlalu Kak Reddy tak kunjung turun,
"Reddy ayo bangun !"
"apa sih Bu pagi-pagi sudah teriak-teriak saja" ucap kak Reddy sambil mengucek mata
"itu antar adik mu sekolah"
Kak Reddy yang kesal karena tidurnya terganggu oleh Clara, malah balik memarahi Clara
"pergi lah sendiri kamu kan udah gede!"
Clara yang melihat berbagai respon dari keluarganya bingung dengan keadaan yang ada,
(apa sih maksud mereka udah gede udah gede orang baru SMP juga)
"ya sudah lah Mah Clara gakan masuk sekolah saja!"
Clara yang kesal dengan sikap orang tua dan Kakaknya memutuskan untuk naik ke kamar lagi,
"mana Clara Bu? sudah pergi?" tanya Bapak
"belum Pak, tuh anaknya malah ngambek sekarang gak mau pergi sekolah" ucap Ibu
"lah kenapa?" tanya Bapak satu kali lagi,
"iya karena gak ada yang mau antar dia kesekolah"
"aduh punya anak laki-laki gak ada yang bisa di andalkan, mesti Bapak terus yang turun tangan" Bapak langsung berjalan menuju kamar Clara di atas..
Clara sedang menangis di kamar atas, menghapus bedak di pipinya,
tok..tok..tok...
"Clara ayo Bapak yang antar sekolah"
"gak! Clara gak mau sekolah, gak ada yang peduli sama Clara, semua nya sibuk sama urusan masing-masing!" teriak Clara di balik pintu
"ayo Nak, ada Bapak. Bapak yang antar kamu sekolah"
"gak Bapak pergi kerja saja sana, biarin Clara gak usah sekolah biar bodoh aja sekalian"
"jangan gitu Clara, gak boleh bicara begitu, ayo sini buka pintu nya sudah siang, nanti Bapak tambahin uang bekal kamu"
(uang xixixiixi) Clara sudah berfikir licik
"ditambahin berapa Pak?" teriak Clara di balik pintu
"hahhaaa ya buka dulu dong pintunya"
"gak mau! Bapak bilang dulu di tambah berapa?"
"Ibu sudah kasih berapa?" tanya Bapak
"Baru 2000"
"2000 sudah besar Clara, jadi Bapak tambahin 500 saja"
"gak mau, apa cuman 500 perak"
"ya sudah 1000, tapi buka pintu"
"engga, 1500 baru deal Clara buka"
"ish ini anak malah tawar menawar, ya sudah 1500 deal" sambil kesal
Clara membuka pintu dan tersenyum
"Bapak mana uang Clara"
"ish uang Clara"
"ayo mana Pak..."
"ini ini.."
Clara yang senang uangnya bertambah,
Kak Reddy yang melihat banyak uang Clara menghampiri,
"ayo Kakak antar tapi biaya nya 2000"
"ish enak saja, kalau mau minta dulu sana" sambil meledek Kakak nya Reddy..
diperjalanan naik motor Supra menuju sekolah Clara, Clara merasa antusias sekali meskipun tadi dia sudah menangis karena ada uang tambahan mengobati sakit hatinya,
"sudah sampai ayo turun"
"Pak, antarlah ke dalam, Clara takut sendirian"
"ish mana bisa kan ini sekolah mu, kamu yang sekolah bukan Bapak"
"Bapak lihat disana banyak Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang mengantarkan anaknya sekolah pertama, tolong lah Pak, Clara juga gak tahu dimana kelas Clara, nanti kalau Clara kesasar gimana?"
"hahahhaha kamu ini ada-ada saja Clara, iya ayo Bapak antar, tapi kali ini saja ya"
"asikk, iya Pak.." Clara menggenggam tangan Bapaknya.
****
dari jaman dulu pun waktu SD Bapaknya yang suka mengambil Raport Clara, kadang di ambil oleh saudaranya, sedangkan Ibu nya Clara tetap sibuk dengan warung.
jadi pantas saja jika Clara begitu dekat dan menyayangi Bapaknya.
****
"wah sekolahnya besar ya Pak, untung saja Bapak mau antar Clara, kalau engga..."
"kalau engga.. kalau engga.. Clara kamu sudah besar harusnya sudah tidak manja begini"
"ini bukan manja Pak.."
"terus apa?"
"ini bukti kasih sayang Bapak sama Clara"
"hahahha bisa saja kamu Nak"
"Pak maaf kelas 7B sebelah mana?" tanya Bapak ke salah satu wali murid yang sama mengantar anaknya
"oh kebetulan Pak, anak saya Yuke dia juga di kelas 7B, mari berangkat bersama" ajak Bapaknya Yuke
sepanjang perjalanan menuju kelas 7B, Ayah Yuke dan Ayah Clara terus berbincang, dan saat itu Clara punya teman pertama namanya Yuke,
anaknya simpel asik sedikit tomboy dengan rambut cepak seperti laki-laki padahal Yuke adalah perempuan.
"Clara sudah waktunya Bapak pulang"
"yah Bapak terus Clara gimana" Clara nampak sedih
"tenang Clara kan ada aku" ucap Yuke sambil tersenyum
"tuh kan Clara sudah ada teman baru, Yuke Bapak titip Clara ya, Clara anaknya memang sangat manja, tapi melihat Yuke Bapak yakin Yuke bisa jagain Clara disini"
"siap Om laksanakan hahahha" sambil hormat
"hahhaha lucu banget kamu Yuke, ya sudah Clara Yuke Bapak tinggal ya"
"iya Pak.." sambi dadah..
****
"Yuke jangan tinggalkan aku ya, aku sebenarnya takut dengan keramaian, takut teman-teman tidak bisa menerimaku"
"jangan berfikir seperti itu Clara, ada aku tenang saja" Yuke menggandeng Clara..
****
"tes tes 1,2,3 anak-anak ayo kumpul dulu di lapang" suara Kepsek
Clara, Yuke dan teman-teman yang lain berjalan menuju lapangan sekolah
"selamat datang anak didik ku yang baru, bla bla bla..."
panjang lebar pidato Kepsek pagi itu untuk menyambut kedatangan siswa dan siswi baru,
Clara yang sedang bersenandung di senggol Yuke,
"ish Yuke apaan sih"
"hahaha habisnya kamu bukan dengerin kepala sekolah malah asik nyanyi.."
"hahaha habisnya lama, jadi bosan aku Ke"
"tau gak intinya apa?"
"engga! hahahhaa"
"kita mau ada ospek dari Kakak kelas" kaya Yuke
"wuuhh Kakak kelas nya pasti ganteng-ganteng ya Ke hahaha"
"jiah masih b***k juga sudah tau laki-laki ganteng" ledek Yuke
"hahahaha" tawa Clara semakin menjadi melihat gelagat Yuke..
Yuke dan Clara memasuki kelas dan memilih bangku no 3,
"selamat Pagi rekan-rekan" sapa salah satu Kakak kelas yang akan menggadakan ospek
"pagi Kak..."
"seperti biasa acara tahunan untuk menyambut siswa dan siswi baru akan diadakan ospek, kalian harus membawa apa yang Kami ingin kan, dan siapa yang dapat menebak dengan benar akan lolos dan yang salah akan dapat hukuman dari kami"
"hah hukuman" ucap Clara
"syuut..." ucap Yuke
"ya Kamu yang duduk di meja no 3 kenapa keberatan?"
"siapa aku ?! emh..."
melirik Yuke di sebelahnya yang mengisyaratkan tidak dengan menggeleng-gelengkan kepala
"emh engga kak" ucap Clara meneruskan
"tadi dia kayaknya gak terima Nis" ucap salah satu kakak kelas yang berkeliling
"siapa nama mu?!" tanya Kakak kelas yang berdiri di depan
"nama.. namaku Clara"
"Clara kamu keberatan ikutan ospek? kalau keberatan gak usah ikutan! dan kalau di antara kalian ada yang keberatan juga jangan ikut, tapi kalian bisa lulus tidak nya masuk SMP ini salah satu persyaratannya ya ospek ini" ucap Kakak kelas
"silahkan Clara kamu mau keluar?"
"enggak kak, saya minta maaf"
"ya sudah silahkan duduk.."
"duh Clara ada-ada saja" sahut Yuke
"aku gak sengaja Ke"
"ya sudah teman-teman besok bawa yang saya tulis di board ini ya"
"iya kak"
"acara selanjutnya silahkan di lanjut perkenalan perkenalan ekstrakulikuller sekolah ini silahkan semua anak-anak keluar dan diam di pinggir lapang"
"iya kak"
****
pekenalan ekskull PMR sudah ✔️
perkenalan ekskull basket sudah ✔️
perkenalan ekskull Futsal sudah ✔️
perkenalan ekskull cheerleader sudah ✔️
teater, nyanyi, photographer, dan pemuda mesjid juga sudah
"acara hari ini sudah selesai, silahkan kalian beristirahat lalu tunggu aba-aba kami selanjutnya"
"iya kak"
Clara dan Yuke berkenalan dengan teman-teman lain, teman satu kelas
ada yang senang menggosip, ada yang pendiam, ada yang rame suka tertawa, ada yang suka nyinyir, ada yang suka marah-marah dan ada yang suka caper berbagai macam-macam teman yang Clara dapat..
"Hai Clara, aku Abadi" ucap salah seorang teman laki-laki Clara"
"Hallo Abadi, Clara" senyum memperkenalkan diri
Clara merasa tersanjung laki-laki setampan Abadi menghampiri dia dan Abadi tidak seperti itu pada yang lainnya
"Clara besok kamu jadi pasangan aku" Kata Yuke ..
"iya Ke.. siap"
"aduh aku sudah tidak sabar untuk acara besok," ucap Yuke lagi,
"aku malas sih Ke ikut-ikutan yang begini"
"hahhaaa terus kenapa tadi kamu meng iya kan kakak kelas?" ledek Yuke
" haaha ya kan kamu juga tahu Ke aku takut dan terancam hahhaha"
"iya keliaran Clara hahahhaa"
"Clara kenalkan aku Zulius,"
"Hallo Zulius, aku Clara, kamu lucu ya"
"hehhehe iya makasih Clara"
zulius yang tersipu malu di sanjung Clara
"Clara rumah mu dimana?" tanya teman-teman yang lain saling mengakrabkan diri satu sama lain,
"oh rumah ku di perumahan Indah"
"oh iya dekat dengan aku," sambung abadi
"kamu kan di dekat pacuan kuda abadi" sambung winandri
"hahhaha dekat dikit ya Clara"
"cie duh jangan jangan ada yang kepentok tok tok.." ucap rekan-rekan yang lain
Clara hanya tersenyum melihat Abadi, begitupun Abadi terhadapnya..
*****
teng...teng...teeeng.. bunyi bel istirahat,
Clara berjalan menuju kantin sekolah,
Clara yang sibuk melihat handphone nya tidak fokus terhadap mereka di sekeliling nya, Clara terus berjalan sambil memegang Handphone,
tiba-tiba ...
brakkk....
"aduh maaf-maaf" suara laki-laki
"aduh yang benar dong kalau jalannya"
Clara masih belum lihat laki-laki yang menabraknya tersebut
"maafkan aku Clara" sambil membaca nama yang ada di dadanya
baru lah Clara melihat wajah laki-laki yang menabraknya,
"eh Kak, maafkan aku, aku tak sengaja, dan aku yang salah jalan tidak lihat-lihat"
ternyata laki-laki yang di tabrak Clara adalah Kakak kelasnya namanya Kak Aziz Ketua PMR yang begitu Famous di SMP Jubel karena wajahnya yang tampan.
"enggak Kakak yang salah, Kakak jalan terburu-buru, tapi Kamu gak apa-apa Clara?" tanya Kak Aziz sambil melihat badan Clara
"oh enggak Kak, cuman sakit sedikit lutut"
"lututnya sakit? sini Kakak lihat,"
Kak Aziz langsung menundukan pandangan melihat lutut Clara
"aduh merah, Kakak obatin ya.."
"ja..jangan Kak gak perlu," Clara tersenyum
"gak apa-apa Clara"
Kak Aziz langsung membopong Clara menuju UKS,
ternyata selama percakapan yang terjadi antara Clara dan Kak Aziz ada Kak Assiva yang diam-diam memperhatikan mereka,
Kak Assiva adalah perempuan sekelas Ka Aziz yang sejak lama naksir Kak Aziz tapi tak berani mengungkapkan perasaannya.
w anak itu, tadi Dia membuat ulah di kelas sekarang dia akan merebut Aziz dari kamu dia caper begitu, mana pakai rok mini lagi" ucap Dina teman Assiva
RRI wa www
Kak Assiva hanya terdiam sambiu wwwil melihat Kak Aziz membopong Clara
"ada apa Ziz?" ucap salah satu guru
"tadi Aziz lari-lari Bu gak sengaja nambrak Clara sampai jatoh, lutut nya memar jadi Aziz mau bawa ke UKS"
"duh makanya jangan lari-larian Ziz"
"hehhee iya Bu, Aziz ke UKS dulu ya"
"iya silahkan"
****
Sesampa niinya di ruangan UKS,
Clara melihat kiri dan kanan dan terlihat banyak penghargaan piagam dan piala,
"ini tempat Kakak menghabiskan waktu ekskull disini rame loh Clara"
"oh hehhehe iya Kak"
"banyak banget ya piagamnya"
"oh iya hehehe, Clara maaf ya kalau Kakak gak sopan, Kakak obatin dulu lutut Clara"
dengan telaten Kak Aziz mengobati lutut Clara yang memerah karena benturan,
Kak Aziz tampan, putih dan tingginya tidak jauh berbeda dari Clara,
"Kak bel sudah berbunyi Clara harus ke kelas sekarang" Clara bergegas pergi
"nanti bare.." belum sempat menyelesaikan obrolannya Clara sudah langsung tancap gas lari meninggalkan UKS
ternyata Kak Assiva dan Kak Dina sudah menunggu di dalam kelas 7B.
"Maaf Kak Aku telat.."
sontak Kak Dina dan Kak Assiva langsung berdiri dan hendak menghukum Clara,
"Kamu ya.." ucap Kak Dina
sementara melihat Kak Aziz yang sudah sampai depan pintu membuat raut wajah Kak Assiva berubah total yang awalnya hendak marah dan menghukum Clara langsung menyuruh Clara duduk,
namun Dina yang tidak mengerti akan sikap Clara bertanya dengan cara membuat kode wajah
di tengoknya sebelah pintu ada Aziz, kak Dina pun tidak jadi menghukum Clara,
"maaf Siva bisa kita bicara" ucap Aziz
Kak Assiva tersipu malu saat Aziz memanggilnya,
"siva bisa kah kamu tidak terlalu keras pada Clara?"
"apa maksudmu Aziz?"
"Clara tadi terjatuh dan lututnya merah, aku khawatir Dia besok tidak bisa mengikuti acara lari bersama"
"apa kamu khawatir?"
"iya Siva, aku khawatir"
"kamu menyukai Clara Ziz?"
"a.apa maksud mu Siva"
"kamu tak pernah seperti ini Ziz apalagi sama siswi baru"
"bu..bukan maksud aku kasian dia,"
"jadi Kamu mengasihani dia?" ucap Assiva
"assiva aku tidak mengerti apa maksud mu sebenarnya, namun aku sebagai Ketua PMR meminta mu untuk tidak terlalu keras pada Clara"
"meminta, iya akan aku lakukan apa yang kamu mau Ziz"
"makasih ya Assiva" Aziz langsung meninggalkan Assiva dan kembali ke kelas 7B
Aziz selalu memperhatikan Clara dan itu membuat Clara jadi sungkan melakukan apapun
"Clara kok ka Aziz memperhatikan mu terus ? mana senyum-senyum terus"
"aduh ceritanya panjang Yuke"
"oya tadi kamu kemana?"
"tadi aku di UKS sama Kak Aziz"
"hah habis ngapain Clara" Yuke terkejut
"gila aku gak ngapa-ngapain Yuke"
"nanti cerita "
"iyah" ucap Clara singkat.
acara bersama PMR telah usai, kali ini anggota basket yang akan muncul membimbing kelas 7B sembari memperkenalkan kegiatan ekskull mereka,
"Hallo teman-teman perkenalkan saya Dika ketua Basket, sekaligus Centernya"
(wah ganteng banget, tingginya pas, rambutnya hitam pekat, kulit putih, Tipe Clara banget) guman Clara dalam hati
"Hei kamu kenapa Clara? jangan menghayal yang tidak-tidak sampe tersenyum begitu" ledek Yuke jahil
"hahhaha lu tau aja si Ke, heran"
"ya iya lah, tiap ada yang ganteng kan lu centil hahaha"
"hahhaha gila dasar" ketawa terbahak-bahak Clara
****
"Clara bisa kita bicara sebentar?" tanya Abadi,
"oh iya tentu," Clara berjalan bersama Abadi sampai di pintu masuk kelas 7B
"ada apa Abadi?" tanya Clara
"kamu mau ikut ekskull apa Clara?" tanya Abadi sambil tersenyum pada Clara seolah sedang merayu nya
"emh Aku, (tersenyum Clara), Aku belum tahu abadi, tapi Aku tertarik sama basket ball"
"oh kamu senang cowok yang main basket ya?"
"iya kurang lebih seperti itu Abadi"
****
Clara gadis remaja usia 13 tahun memiliki tinggi hampir 145cm saat itu, lebih terlihat up di bandingkan teman-teman seusia nya, mungkin itu salah satu daya tarik Clara di sekolah.
"Ya sudah kalau begitu Aku akan masuk ekskull basket aja" senyum Abadi sambil meninggalkan Clara"
terlihat terlalu cepat, tapi Clara mampu merasakan mungkin Abadi menyimpan rasa kepadanya saat itu..
Clara memang sudah mampu merasakan mana yang menyukai nya dan tidak, terlebih Clara memang senang memperhatikan orang-orang di sekelilingnya.
"Clara pulang di jemput gak?" tanya Yuke
"engga tau nih Ke, nanti aku coba telepon Bapak dulu"
"emang Bapak mu gak kerja?"
"eh iya ya, Bapak kerja, ya sudah nanti Aku telepon ke rumah saja Ke, bentar ya Ke"
Tuut..tuutt .. suara telepon berdering
"duh kebiasaan deh Mamah jarang angakat telepon Ke..gimana nih?"
"emang kamu rumah dimana?"
"perum indah Ke, Aku gak tau ke sana naik apa"
"naik ojek?"
"gak mau ah aku takut di culik Ke, dulu aku pernah di culik di pasar waktu kecil jadi aku masih inget aja terus sampe sekarang"
"terus gimana dong Clara"
"duh ada yang searah gak ya sama aku Ke?"
"tar tar ya Aku tanya yang lainnya dulu"
Yuke pergi menanyai teman-teman yang lainnya, sementara Clara masih sibuk menelepon rumah..
"assalamualaikum Mah, Mama lama banget angkat teleponnya"
"wa'alaikum salam Clara, iya tadi banyak yang beli di warung,"
"ish, Ma Clara mau pulang gak tahu jalan"
"kamu naik aja angkot kuning, nanti sampe di depan Gapura Ra"
"oh gitu, nyebrang dulu Ma?"
"iya iya nyebrang dulu .."
"oh ya sudah, Ma emang orang rumah gak ada yang bisa jemput Clara?"
"gak ada semua sibuk"
"ah.. ya sudah Clara pulang dulu"
Clara menutup telepon,
"Clara tuh ada si Adi dia rumahnya searah sama kamu, kamu bisa bareng dia"
"oh benar gitu Di?"
"iya ayuu Clara.."
"ya sudah Mari kita pulang.."
Tiba-tiba Abadi menghampiri Kami berdua,
"Kalian mau langsung pulang?"
"iya nih Abadi, kita mau langsung pulang"
"Adi, aku ikut kamu bisa?"
"nah loh kan beda arah Badi,"
"hahhaha gak apa-apa Adi, aku pengen tau rumah kamu aja, boleh?"
gelagat Abadi memang sedikit aneh, dengan omongan yang terbata-bata dan di tambah Abadi salah tingkah ketika Clara menatap wajahnya..
Adi yang mengetahui gelagat kawannya aneh tersebut sengaja langsung bicara to the point..
"Ah, bilang aja kamu mau nganter Clara pulang"
Abadi dan Clara saling menatap lalu mereka tersenyum satu sama lain.
****
"Di setau Aku arah kamu pulang pakai angkot hijau kan ya?" tanya Abadi,
"iyah bisa, tapi Clara gak ada teman jadi Aku temanin dia dlu pakai angkot Kuning, nanti langsung pindah angkot di perempatan"
"Adi maaf merepotkan mu" ucap Clara
"santai aja Clara, kaya sama siapa aja"
"oh gitu, ya sudah kamu naik angkot hijau saja, Mang .. Mang angkot .. teriak abadi,"
Adi dan Clara yang bingung dengan keadaan mereka saling bertatap mata
"Abadi Clara gimana kalau aku masuk angkot hijau"
"Clara ada aku, tenang"
"ah, ya sudah awas ya yang bener anterin Abadi, Clara maafin aku" ucap Adi
"Ayo Clara..." ucap Abadi sambil menarik tangan Clara
"eh kan kita mau naik angkot Abadi"
"enggak siapa bilang"
"tapi kita mau kemana? kan kita mau pulang"
"aku pasti antar kamu pulang Clara, ikut sebentar ya"
Abadi mengajak Clara ke parkiran motor sekolahnya, Clara yang tidak mengetahui Abadi membawa sepeda motor terdiam melihatnya ..
"ayo Clara..." sambil menaiki sepeda motor
"Abadi kamu bawa motor?"
"hehehe iya, ke rumahku gak ada angkot Clara, ada nya ojek jadi Aku sudah di belikan motor, lagian ke arah rumahku kan belakang sekolah banget jadi gakan ada polisi, ayo naik nanti aku antar kamu lewat jalan belakang ya.."
selama di perjalanan banyak sekali yang di bicarakan, ternyata Abadi sudah pernah melihat Clara beberapa kali di Toserba,
"Clara, sebenarnya ini bukan kali pertama kita bertemu, aku sudah beberapa kali melihatmu di Toserba"
"hah hahhaa Toserba?"
"iya aku lihat kamu sedang berbelanja dan selalu banyak sekali barang yang kamu bawa"
"hahaha kebetulan saja Abadi,"
"oya kamu berapa saudara ?" tanya Clara
"Aku 2 saudara, aku terakhir"
"oh pantasan"
"kenapa Clara?"
"gak apa-apa Abadi"
waktu berlalu akhirnya Clara sampai di depan gapura rumahnya ..
"Abadi, aku turun di depan ya.."
"iya Clara, gakan aku antar saja sampai depan rumah?"
"oh gak perlu Abadi, disini saja"
Abadi dan Clara saling berpamitan,
jika sampai Abadi mengantar Clara sampai rumah ini akan jadi gosip yang luar biasa,
Clara remaja yang selalu diam di rumah, tiba-tiba datang membawa teman laki-laki,
Clara bak seorang burung dalam sangkar, bisa terbang hanya di dalam sangkarnya, semua orang menikmati bahkan memuji keindahannya, hanya saja tidak dengan dirinya, Clara merasa begitu terkekang di dalamnya.
****
"Assalamu'alaikum ..."
"wa'alaikum salam Clara, dah pulang ..?"
"iyah Ma, Mah besok sudah mulai ospek, ada beberapa yang harus Clara beli, cuman bingung ini pakai Code-code an"
"terus gimana?" tanya Mama
"iya Clara juga bingung, nanti deh Clara coba tanya Rani ya Ma, siapa tahu dia juga sama"
"iya Clara, tapi kamu sekarang ganti baju, makan dulu baru boleh ke rumah Rani"
"iya Ma.."
Clara berjalan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2,
"aduh lelah sekali hari ini" Clara merebahkan tubuhnya di tempat tidur
"Kak ganti baju dulu sana, kotor langsung tiduran" ucap Chris adiknya
"iya-iya, De mau uang gak?"
"berapa Kak?"
"1000, tapi tolong pijitin Kakak"
"yah, selalu aja begini, gak bisa emang Kakak kasih langsung sama Aku?"
"ya gak bisa De, buat dapat uang itu harus ada kerjanya"
"tapi bentar ya.."
"iya bentar, 1 kaki 5 menit aja,"
"okey.."
****
Clara mengingat kembali keseharian di sekolah tadi, dan Clara tidak menyangka Abadi sampai mengantarkannya ke rumah, Clara tersenyum setiap kali mengingat kejadian tadi di sekolah,
suara adik kecil memecah keheningan yang ada,
"Kak sudah ya.. aku mau main, mana uang nya"
"iya iya .. ini uangnya, makasih ya De"
Clara bergegas ganti baju dan makan siang ke bawah,
"Ma, Aku pergi dulu ya.. mau ke rumah Rani tanyain soal ospek siapa tahu sama"
"bentar Clara, bukannya si Fatima juga sekolah di jubel ya?" tanya Mama,
"oya Ma? Clara gak tahu,"
"coba kamu ke rumah Fatima dulu, kalau bukan kamu ke rumah Rani aja" jelas Mama
"iya siap Ma"
****
Clara berjalan keluar rumah mengenakan celana pendek dan t-shirt panjang warna pink,
"Fatima, assalamu'alaikum .. Fatima"
"wa'alaikum salam Clara, eh masuk Clara ada apa?" sambut Fatima,
"Fatima, apa betul kamu sekolah di Jubel juga?" tanya Clara,
"iya Clara, aku sama Saefull sekolah di jubel, kamu juga ya katanya sekolah di Jubel, tapi tadi kita gak ketemu ya," ucap Fatima,
"oh alhamdulillah, iya kok gak ketemu ya, Kamu kelas apa?" tanya Clara,
"aku kelas 7A, Saefull kelas 7D"
"oya, ya ampun.. gak sangka ya kita sebelahan aku kelas 7B Fatima," ucap Clara antusias
Sebenarnya ini adalah kali pertama Clara berbincang lama dengan Fatima, walaupun mereka 1 komplek perumahan, namun Clara memang tidak pernah keluar rumah dan berbaur bersama yang lain,
"Fatima, aku mau tanya soalnya aku bingung apa aja maksudnya yang harus di bawa ospek tuh"
"nah ini makanan beli dua taro satu, itu Snack Taro, lagu yang dingin itu maksudnya Pop Ice, terus Pita sama tulisan di d**a itu bebas.."
"oh iya iya makasih ya Fatima, sekarang aku ngerti hehehhe.."
"sama-sama Clara, Clara boleh aku tanya 1 hal?"
"boleh aja Fatima, apa?"
"kamu besok pergi di antar jemput lagi ya?"
"hem gak tau Fatima, aku sebenarnya masih belum berani naik angkot sendirian, takut di culik kayak dulu"
"udah sekarang Kamu pergi sama Aku aja ya Clara, Aku mau jadi teman kamu" ucap Fatima
"seriusan Fatima kamu mau jadi teman Aku ?"
"ya sejak lama aku pengen banget jadi teman kamu, cuman karena kamu terlalu banyak diem di rumah itu yang menyebabkan aku sulit berteman sama Kamu"
"hehehe bisa aja Kamu, iya kamu tau sendiri kan Mama aku dagang, sementara dia over protective banget sama Aku, jadi aku susah kemana-mana, palingan kalau mau main pun di rumahku, di kamar aku"
"wah Clara sudah punya kamar sendiri?"
"iya nih hehee sedari aku SD aku dah ada kamar sendiri Fatima, oya kamu suka berangkat jam berapa?"
"besok berangkat jam set 6 ya, karena naik angkot kan suka macet, belum kalau angkotnya penuh"
"aduh pagi banget ya Fatima, aku biasa berangkat jam set 7 hahhaa"
"iya iya karena kamu kan naik motor di anterin, kalau kita mau naik angkot ya harus pagi," ujar Fatima,
"oh iya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya, ini no aku nanti hubungin aku ya"
"iya Clara, besok pergi bareng saja ya, nanti aku ke rumah,"
"iyah Fatima,"
****
Clara berjalan menuju rumah, dan waktunya makan Malam,
"Clara, bagaimana sekolah mu ? bagaimana Yuke? dia baik kepadamu?" tanya Bapak
"iya pak Yuke baik, teman-teman yang lainnya juga baik" jawab Clara,
"tuh kalau pada baik besok berangkat sendiri saja, jangan ganggu Kakak" ucap Reddy,
"iya siapa juga yang mau ganggu Kakak, Aku sudah punya teman ini"
"iya berangkat sama Fatima aja Clara"
ucap Kak Sandy
"iyah Kak, kok Kakak tahu Clara mau berangkat sama Fatima"
"tadi Kakak denger pembicaraan kamu sama Fatima sewaktu mau pulang"
"oh begitu Kak, oya Pak makasih ya tadi Bapak sudah antar Clara sampai masuk kelas,"
"hahaha malu-malu in udah gede masih di antar sampai kelas" ucap Mama menggoda Clara,
"ih Mama,"
****
berbeda dengan adiknya, Chris. Clara lebih di protec kedua kakak laki-lakinya dan orang tuanya, mungkin karena Clara tumbuh dewasa makanya di protect sedemikian rupa..
selama hidup Clara belum pernah merasakan bagaimana menginap atau sebatas kemping di acara sekolah, selalu tidak mendapatkan ijin.
Chris hidup lebih bebas dan hal tersebut yang membuat Clara kadang Iri kepada Chris, sedang kan Chris mengutarakan Iri kepada Clara karena Clara selalu dapat perhatian lebih dari kedua orang tuanya, dan selalu mendapatkan apapun yang dia ingin kan, memang hidup ink tidak ada yang sempurna.
****
"Clara, untuk besok sudah kamu persiapkan?" tanya Mama,
"sudah Ma," sambil main game di hp
"ya sudah Clara tidur sekarang, sudah jam setengah delapan malam, nanti kalau kamu tidur malam-malam bisa kesiangan besok pagi,"
"iya bentar lagi Ma,"
"engga sekarang, ayo sini hp nya mana kasih Mama"
"ihh Mama," sambil kesal Clara memberikan Hp nya kepada Ibunda nya,
Mama mematikan lampu kamar, dan menutup pintu kamar Clara,
Clara belum mengantuk, saat itu Clara sibuk menghitung bintang yang terukir dari kiasan cahaya di tembok kamarnya,
sedangkan Chris masih asik menonton film kartun di bawah,
"satu, dua, tiga.." terus mengulang dan menghitung kiasan bintang sampai akhirnya Clara terlelap tidur,
Clara tidak mengetahui Chris tidur jam berapa, tapi setiap pukul 1-3 malam Chris selalu menangis dan minta di antar ke kamar Mama di bawah, lalu setiap malam juga Clara melanjutkan tidurnya sendirian,
****
Dalam mimpi Clara selalu melihat dirinya di tepi jalan di bawah pohon dan beberapa kali Clara bermimpi seperti itu terus, seperti seseorang yang sedang meninggu, namun entah apa yang sebenarnya di tunggu Clara dalam mimpi,
****
keesokan harinya, pagi buta, Kak Reddy pergi ke kamar Clara,
"Clara bangun ayo buka pintunya" ketuk Kak Reddy
"iya iya, ada apa sih Kak? Kakak mau nganterin aku ke sekolah?"
"engga, Kakak boleh minta foto kamu gak?"
"hah Foto buat apa Kak?"
"buat temen Kakak, kasian dia gak punya pacar"
"terus maksud Kakak, Kakak mau jodohin aku gitu sama temen Kakak?"
"bukan di jodohin tapi di kenalin Clara"
"ya sama aja Kak" ucap Clara ketus
"beda dong cantik" rayu Kak Reddy
"gak ah Kak, foto aku mahal, ngapain juga aku nurut sama Kakak, lagian cowok yang Kakak maksud juga pasti sudah tua seumuran Kakak kan"
"hahahha nyebelin banget sih Kamu, ya sudah Kalau kamu gak mau kasih foto Kamu Kakak ambil saja yang di BBm ya?"
"aih jangan Kak, nanti Kakak sama aku di blokir aja dulu hahhaa" sembari berjalan menuju kamar mandi,
"eh Clara cepat ya, Kakak kerja pagi ini" sambil memegang handuk yang menjuntai di lehernya
Kak Reddy memang terlihat begitu menyayangi Clara, sampai-sampai Clara masih SMP sudah di carikan pendamping supaya bisa menjaganya,
dan kebanyakan orang bahkan saudara berfikir Clara dan Kak Reddy punya hubungan melebihi Kakak dan Adik, karena Kak Reddy bukan Kakak asli Clara melainkan Kakak sambung namun satu Ibu beda Bapak.
"Clara cepat sudah siang,"
"iya Kak, sabar dong siapa suruh tadi malah banyak ini itu gak langsung ke kamar mandi"
"iya cepat Kakak ada SO di kantor"
*SO = stock opname . pemeriksaan barang yang di lakukan setiap 1 bulan sekali, Kak Reddy kan bekerja di Toko, jadi ketersediaan barang di gudang, quantity nya di samakan dengan report penjualan, dan SO juga meliputi pengecekan FIFO dan ExFo barang, expired date barang tertentu,..
setelah setengah jam menunggu di depan pintu kamar mandi, akhirnya Clara membukakan pintu,
"dih lama banget!" ucap Kak Reddy sambil melotot
"biarin hahaha" jawab Clara sambil mencemooh,
"sudah-sudah jangan berantem, Reddy cepat mandinya ya , habis itu Clara tolong bantu Mama persiapkan sarapan untuk kita semua" ucap Mama sambil membereskan jajanan warung,
****
sekilas tentang Mama,
Mama memang pekerja keras, walaupun Bapak sudah lama bekerja Mama yang sejak dulu menjadi wanita Karier akhirnya Memutuskan keluar kerja setelah mendapatkan anak ke 4, Charis
Mama bekerja di rumah sebagai Ibu rumah tangga dan seorang penjahit dan pedagang dan sebenarnya banyak hal yang mestinya Mama bisa fokus pada pertumbuhan Clara dan Chris yang mulai tumbuh dewasa
setiap subuh jam 2 dini hari Mama dan Bapak sudah berjibaku dengan dinginnya malam, di saat semua orang masih terlelap tidur Mama dan Bapak sudah sibuk pergi ke pasar berbelanja kebutuhan warung, karena Mama juga seorang pedagang sayuran,
Mama pulang pukul 04:00 wib, kadang menjelang subuh baru datang dan kadang pula jam 05:30wib baru datang juga,
sesekali jika Bapak sedang sakit, Clara lah yang menggantikan Bapak mengantar Mama, sekedar membawa setumpuk barang-barang belanjaan Mama, karena Perempuan memang selalu memakai perasaan, Clara gak tega jika Ibu nya harus berjibaku dengan kerasnya dunia sendirian, karena kedua Kakak nya terkadang memang sulit di tebak, kadang mereka menjadi anak yang baik dan kadang tidak.
itupun hanya sesekali jika Bapak sakit saja,
Maklum Bapak sudah tua, bekerja di pabrik dan menjadi sopir ke pasar dini hari bukan hal yang mudah, belum lagi warung yang selalu tutup jam 23:00wib.
****
Sekilas tentang Bapak, Bapak bekerja di pabrik textile sejak Kakak Sandy masih berada di dalam kandungan,
Bapak mengenal Mama juga di Pabrik, mereka cinta lokasi,
karena terlalu sering bertemu, terlalu sering mengobrol satu dengan lain menjadikan cinta antara Mama dan Bapak mulai tumbuh, saat menikahi Mama, Bapak masih single sedangkan Mama sudah sendiri dan memiliki anak Kak Reddy usianya sekitar 5 tahun,
Bapak pergi kerja pukul 07:00wib dan pulang pukul 16:00wib, Bapak pergi kerja mengendarai motor bebek honda yang di berikan sebagai inventaris kantor saat itu jabatan Bapak adalah Manager Pabrik, mengatur beribu-ribu karyawan, padahal Bapak adalah lulusan SD.
Memang rejeki tak ada yang tahu, Allah Maha sempurna Maha bijaksana, Allah tahu segalanya yang di perlukan dan tidak di perlukan oleh hambanya,
Bapak setiap tahun selalu membawa banyak hadiah dari kantornya, selalu dapat jatah tahunan dan dilebihkan karena jabatannya yang lumayan tinggi,
setiap sore Clara dan Chris selalu menunggu Bapak pulang daru Kantor di depan gapura, selalu berharap di ajak keliling dan sekedar membeli sate atau bakso,
Bapak selau memanjakan Clara, apapun kondisinya mungkin karena Clara adalah anak perempuan pertama Bapak jadi Bapak selalu memanjakannya,
saat Mama marah karena 4 anak selalu minta uang kepadanya Disaat yang tidak Pas, sedang kan saat Clara menangis Bapak lah yang selalu membuat perasaan Clara semakin baik sekalipun itu di bantu dengan uang,
Bapak perhatian sekali,
Bapak adalah cinta pertama bagi setiap anak perempuannya, begitupun dengan Clara, Clara sangat mencintai Bapaknya, dan Clara akan Marah jika ada yang menghina Bapak nya ..
bersambung....