Bab 47

4869 Kata
Megan. aku sangat suka mendengarkan ketika brian menjelaskan karena jika ia menceritakan tentang cerita vampire. " Burung Vampire ground finch merupakan endemik dari Kepulauan Galapagos, yang mana hanya mendiami dua pulau kecil, yakni Pulau Darwin dan Wolf. Kedua pulau tersebut bukan tergolong pulau besar, yang mana luasnya hanya mencapai 0.4 km dan 1.3 km saja, serta letaknya ada di sebelah utara area kepulauan ini. Serta diperkirakan burung kecil ini telah mendiami pulau ini dan berevolusi, sehingga memiliki kebiasaan aneh dan unik.  Sebelumnya Vampire ground finch masuk dalam subspesies Sharp-beaked ground finch yang juga menjadi salah satu burung endemik dari dua pulau kecil tersebut. Hingga penelitian terbaru dari International Ornithologists' Union menyatakan bahwa binatang ini masuk dalam spesies tersendiri. Sedangkan ukuran burung ini termasuk kecil yang hanya mencapai 11-12 cm dengan berat 20 gram saja. Namun burung ini tetap masuk dalam keluarga Darwin finches yang mana merupakan jenis burung endemik dari Kepulauan Galapagos dan terdiri dari 15 spesies. Penemuan burung ini dilakukan oleh seorang biologis asal Inggris, Charles Darwin ketika berkunjung ke Kepulauan Galapagos pada abad ke-19." Ucap Brian. wahhhhhhhhhhhh bahkan dia sangat tau sejarah dari awal hingga akhir fikirku. karena kalau aku menanyakan pada kedua pria itu. menyebalkan sekali. Sebelumnya Vampire ground finch masuk dalam subspesies Sharp-beaked ground finch yang juga menjadi salah satu burung endemik dari dua pulau kecil tersebut. Hingga penelitian terbaru dari International Ornithologists' Union menyatakan bahwa binatang ini masuk dalam spesies tersendiri. Sedangkan ukuran burung ini termasuk kecil yang hanya mencapai 11-12 cm dengan berat 20 gram saja. Namun burung ini tetap masuk dalam keluarga Darwin finches yang mana merupakan jenis burung endemik dari Kepulauan Galapagos dan terdiri dari 15 spesies. Penemuan burung ini dilakukan oleh seorang biologis asal Inggris, Charles Darwin ketika berkunjung ke Kepulauan Galapagos pada abad ke-19." "Sesuai dengan namannya, burung Vampire ground finch ini memiliki kebiasaan untuk mengisap darah dari burung Nazca ataupun Boobies berkaki biru. Namun burung ini hanya akan mengisap dari ketika kekurangan sumber makanan utamanya, yang berupa biji-bijian dan serangga. Burung ini menggunakan paruhnya yang tajam untuk membuka luka pada burung laut dan mengisap darahnya.  Burung ini juga memiliki kebiasaan aneh lainnya dibanding burung dalam keluarganya, di mana juga dapat mencuri dan memakan telur dari burung lain. Selain itu, burung ini juga tak segan untuk memakan bekas muntahan dari burung lain. Hal tersebut ditengarai evolusi burung ini akibat tinggal di pulau kecil, dengan kurangnya pasokan makanan dan minuman." Keunikan lain dari burung ini karena memiliki berbagai macam nyanyian yang sangat unik, di mana karena ia berhabitat di pulau kecil. Maka dalam satu pulau Wolf dapat terdengar sautan dari burung unik ini. Sedangkan pada pulau Darwin justru hanya terdengar dengungan burung ini. Sedangkan musim kawin burung ini ketika musim hujan tiba, di mana mereka membuat sebuah sarang yang terdapat di tanaman kaktus ataupun tanaman lainnya. Pada sekali masa kawin satu betinanya dapat membuahkan tiga telur.  " Sayangnya burung pengisap darah ini termasuk salah satu binatang langka, yang mana masuk dalam kategori vulnerable oleh IUCN Red List. Semakin langkanya burung ini disebabkan adanya serangga invasif, seperti Philornis downsi yang dapat membuat gagal berkembangnya anak burung ini. Di samping itu, karena sudah berada sangat lama di pulau terpencil dengan tidak adanya pemangsa, membuat sifat burung ini sangat jinak dan menghiraukan siapa saja yang mendekat. Nah itu tadi deretan kelima fakta mengenai burung Vampire ground finch yang pastinya menarik dan bisa untuk menambah pengetahuan kalian." Menurut kepercayaan lama ada tiga macam manusia serigala.  Pertama, yang memperolah kemampuan itu melalui keturunan. Konon, kutukan terhadap nenek moyang menjadikan setiap keturunannya menjadi manusia serigala.Kedua, orang yang dengan sukarela jadi manusia serigala dengan alasan dan tujuan jahat.Sedangkan yang terakhir adalah manusia serigala berhati lembut dan baik. Kondisinya yang tidak lazim, malah membuatnya merasa malu. Sebenarnya, transformasi sering dilakukan oleh dukun-dukun suku tertentu dengan tujuan baik untuk mengatasi masalah di kelompoknya. Saat langka makanan, misalnya, si dukun bisa saja berubah wujud menjadi binatang jadi-jadian serupa makhluk yang akan diburu, supaya lebih mudah melacak buruan itu.Ada juga yang tidak berubah wujud tetapi meminjam tubuh binatang untuk memata-matai, menyantet, atau sekadar untuk menakut-nakuti musuh. Penjelasan Alternatif Tentang Manusia SerigalaSepertinya sulit mengabaikan keberadaan makhluk ini. Jika manusia serigala hanyalah sebuah cerita rakyat, dongeng atau rekaan Holywood, mengapa kisah penampakan makhluk ini bisa tersebar ke seluruh dunia sejak ribuan tahun yang lalu? Dan jika kisah werewolf baru muncul beberapa puluh tahun belakangan, mungkin kita bisa berargumen kalau televisi dan media yang telah menyebarkannya. Tetapi, sepertinya setiap wilayah di dunia, punya kisah manusia serigala/werewolfnya masing-masing." " Kanibal Kasus manusia serigala yang mencolok terjadi di Prancis, awal abad XVII. Adalah Jean Grenier (13) yang merasa yakin dirinya manusia serigala. Di pengadilan Bordeaux, Grenier mengaku, 2 tahun sebelumnya membuat perjanjian dengan setan di hutan. Dengan kulit serigala yang menurut pengakuannya pemberian setan, tiap malam ia bisa berkeliaran sebagai serigala, namun di siang hari kembali ke bentuk manusia. Ia telah membunuh dan memangsa beberapa anak kecil yang sendirian di ladang, juga menculik bayi yang ditinggal di rumah. Kanibalisme Manusia Berjubah kulit serigala Kasus manusia serigala yang mencolok terjadi di Prancis, awal abad XVII. Adalah Jean Grenier (13) yang merasa yakin dirinya manusia serigala. Di pengadilan Bordeaux, Grenier mengaku, 2 tahun sebelumnya membuat perjanjian dengan setan di hutan. Dengan kulit serigala yang menurut pengakuannya pemberian setan, tiap malam ia bisa berkeliaran sebagai serigala, namun di siang hari kembali ke bentuk manusia. Ia telah membunuh dan memangsa beberapa anak kecil yang sendirian di ladang, juga menculik bayi yang ditinggal di rumah. Rasa takut terhadap manusia serigala lebih mudah dipahami dengan mengetahui alasan takut terhadap serigala. Sebelum abad XX di Eropa dan Asia Utara, serigala dianggap binatang paling cerdik yang berbahaya bagi manusia dan ternak. Apalagi bila serigala itu gila. Cukup sekali gigit korbannya bisa tewas mengerikan. Sampai-sampai ada institusi pemerintah Prancis yang khusus mengontrol serigala, paling tidak sejak pemerintahan Charlemagne (768 – 814), hingga abad ini. Di Eropa pada abad pertengahan, serigala terkadang digantung bersebelahan dengan pelaku kejahatan di tiang gantungan, sebagai simbol ditaklukkannya kejahatan. Serigala pernah jadi masalah serius Irlandia abad XVII, sehingga sepotong kepala serigala sama nilai hadiahnya dengan kepala pemberontak. Manusia Serigala Hanyalah halusinasi? Ada pendapat, manusia serigala timbul akibat halusinasi. Antara lain, pengaruh racun ergot yang dihasilkan oleh jamur “Claviceps purpurea” pada gandum. Ergot mengandung bahan serupa materi mentah untuk membuat LSD. Halusinasi akibat ergot banyak terjadi di Eropa pada abad pertengahan. Itu tak lain karena masyarakat kebanyakan hanya bisa mengkonsumsi biji gandum yang terkontaminasi, sementara gandum bersih disimpan hanya untuk bangsawan. Maka, tanpa pengalaman atau ilmu sihir, bila memakan biji-bijian itu orang bisa merasa jadi katak atau serigala. Satu kisah tragis terjadi tahun 1951 di Pont St Esprit di Rhone Valley, dengan korban keracunan ergot +300 orang. Lima orang mati, sedangkan kebanyakan cacat seumur hidup. Mereka yang cacat mengaku, telah mengalami halusinasi mengerikan. Ada pria yang merasa seolah-olah otaknya dilahap segerombolan ular merah. Ada pula yang sanggup membebaskan diri dari jaket pengikat orang gila sampai 7x, namun rontok giginya karena menggigit putus tali pengikat dari kulit yang membelenggunya, dan yang tidak kalah unik mereka mampu membengkokkan dua batang teralis besi di jendela rumah sakit! Alasannya, pria itu merasa dikejar-kejar harimau. Pendapat lain menduga manusia serigala adalah akibat persepsi keliru terhadap penyakit keturunan congenital porphyria. Menurut dr. Lee Illis dari Guy Hospital, London, pengidapnya amat tak tahan terhadap cahaya (karena itu mereka hanya bisa keluar malam hari), giginya berwarna merah atau coklat kemerahan, dan menunjukkan gejala gangguan jiwa (dari histeris ringan hingga depresi maniak). Akibat borok pada luka lambat laun mengubah bentuk tangan mereka menjadi serupa cakar. Namun, pendapat ini disanggah cendekiawan Almotarus, yang menjelaskan manusia serigala dalam bentuk manusia memiliki ciri khusus berupa mata cekung dan kering, serta kulit pucat. Selain itu luka pada kulit penderita jauh berbeda dengan kulit serigala. Roh jahat dalam perjalanan astral yang merasuki Manusia Serigala Pemahaman terhadap manusia serigala memasuki era baru menyusul keputusan terhadap Jean Grenier. Hakim-hakim di masa itu tidak mungkin lagi mengabaikan “koor” pendapat para dokter, yang yakin manusia serigala sebenarnya adalah penderita berbagai jenis dan tingkatan gangguan jiwa. Meski dokter Alfonso Ponce de Santa dari Spanyol masih menyebutnya sebagai gejala kemurungan jiwa akibat cairan tertentu yang dihasilkan empedu, yang diduganya telah menyerang otak. Maka untuk memudahkan dibedakanlah antara makhluk mitos manusia serigala dan penderita kejiwaan  berakar dari kata Yunani lycos artinya serigala dan anthropos atau manusia. Meski ada yang menyebut secara berbeda. Robert Burton dalam buku pengobatan klasik The Anatomy of Melancholy (1621) misalnya, menggunakan istilah kegilaan terhadap serigala. Mula-mula lycanthrope dipakai untuk menggambarkan fenomena kuno berupa kemampuan orang bermetamorfosis jadi binatang. Namun lama-lama istilah itu diaplikasikan khusus untuk orang yang di alam subnormal yakin mampu berubah bentuk. Keyakinan itu dikuatkan dengan dorongan bersikap sadis dan obsesi terhadap darah dan daging yang terus bertahan dari waktu ke waktu di berbagai tempat – bahkan di negara beradab. Selera terhadap daging manusia itulah yang mengubah manusia menjadi monster. Namun secara nyata penderita lycanthrope tidak pernah berubah bentuk, suara, dan perilaku menjadi serigala. Mengenai penampilannya yang tetap manusia, pada abad XV – XVI penderita lycanthrope berkilah, bahwa bulu-bulu mereka tumbuh di bawah kulit. Seperti yang terjadi di Padua, Spanyol, tahun 1541, ketika seorang petani dengan keji membunuh dan mengoyak-ngoyak tubuh beberapa orang korbannya. Saat tertangkap, ia mengaku sebagai serigala meski secara fisik tidak berujud binatang. Itu tak lain karena bulu-bulunya tersembunyi di bawah, bukan di atas, kulit. Untuk membuktikan ucapannya, penduduk segera memotong lengan dan kakinya. Alhasil, kekecewaan yang didapat, karena yang ada cuma darah, otot, dan tulang biasa. Malah dalam buku klasik tentang sadisme, masokisme, dan lycanthropy Man into Wolf, antropolog Inggris Dr. Robert Eisler menyebut kemungkinan Adolf Hitler sebagai penderita lycanthropy. Ia merujuk pada kesaksian bagaimana sang Fuhrer memiliki kebiasaan menggigit karpet saat mengamuk. Sedangkan manusia serigala/werewolf adalah orang yang dengan kekuatan sihir atau mantera khusus dipercaya mampu mengubah diri menjadi serigala. Ia benar-benar serupa serigala baik keganasan, kekuatan, kelicikan, dan kecepatan larinya. Ia bisa bertahan dalam kondisi itu selama beberapa jam saja atau bahkan permanen. Pendapat yang menguatkan keberadaan manusia serigala didukung oleh spiritualis Rose Gladden dengan dasar pemikiran perjalanan astral. “Katakanlah ada orang yang pada dasarnya jahat, suka dengan hal-hal yang mengerikan. Saat ia melakukan perjalanan astral, roh jahat yang banyak berkeliaran bebas di udara akan menangkap, mengubahnya menjadi serigala atau binatang lainnya, dan memanfaatkannya untuk tujuan keji.” Mungkinkah Faktor Penyebab Utama Karena Dorongan bebas nilai?  Lain lagi pendapat paranormal terkemuka Prancis pada abad XIX Eliphas Levi, bahwa proses transformasi itu adalah suatu manifestasi simpati manusia terhadap naluri kebinatangannya. Menurutnya, manusia serigala tidak lebih dari tubuh nonfisik dan naluri ganas berbentuk serigala. Senada dengan itu, John Godwin, penulis Unsolved: The World of the Unknown, lebih menyoroti dorongan dalam diri manusia. Jujur saja, sebenarnya manusia memiliki sifat buruk serupa serigala yang selama ini ditekan untuk tidak muncul. “Dengan berubah, mereka bebas dari wujud fisik manusianya yang mengalangi mewujudkan dorongan dan keinginan kuat tanpa perlu merasa bersalah atau takut. Dalam wujud binatang, tidak ada lagi tabu yang harus dijaga. Karena binatang memang tidak mengenal tabu.” Sedangkan James VI dari Skotlandia dalam Daemonologie (1597), melihat penyebabnya adalah segunung masalah yang dihadapi manusia mulai dari bencana alam dan cuaca buruk, gagal panen, serangan hama, dan kejahatan yang meningkat. Semua itu perlu seseorang atau sesuatu untuk disalahkan. Gampangnya, serigala dijadikan kambing hitam. Selain itu adalah ketidaksiapan penduduk untuk melepaskan kepercayaan atas makhluk sejenis itu membuat manusia serigala terus eksis dalam waktu lama. Richard Carrington, penulis Mermaids and Mastodon menyamakan alasan di balik kepercayaan akan manusia serigala dengan kepercayaan primitif, bahwa monster sebenarnya bentuk yang diciptakan manusia sendiri, untuk mengkompensasikan posisinya sendiri yang demikian kecil di alam semesta.Aku melakukan rutinitasku sebagai manager di perusahaan ayah mertuaku jika kalian ingin tau perusahaan apa ini, perusahaan ayah mertuaku bergerak di bidang farmasi dan aku merupakan bagian manager keuangan disini awalnya aku pun merasa ragu untuk bergabung tapi ayah mertuaku terus mendesak agar aku masuk jajaran petinggi perusahaan dan memintaku secara terus menerus untuk memerima posisi yang ia berikan. Karena Mark dan Nana tidak ingin ikut campur dalam bisnis ini maka aku yang harus masuk, apa boleh buat fikirku yang terpenting pekerjaan ku yang lain tetap berjalan dengan baik. Sebenarnya bukan hanya aku yang berada di sini tapi Paman dan Bibi Marc pun bekerja disini karena yang aku dengar mereka juga mempunyai asset disini maka mereka juga berhak bekerja disini dan, mempunyai jabatan yang setara denganku tapi aku pun tidak terlalu akrab dengan mereka karena sifatnya aneh dan terkesan angkuh jadi aku memutuskan lebih baik menghindar saja toh mereka belum mengusikku jadi biarkan saja . Tok tok tok. Aku mendengar seseorang mengetuk pintu ruanganku. "Masuklah."Jawabku. Kulihat seorang wanita memasuki ruanganku. "Hyesang."panggilnya padaku lalu aku menoleh ke arah pintu dan menemukan Ibu mertuaku berdiri menatapku dengan memegang sebuah tas yang ku tau itu sudah pasti makan siang. "Ibu."Ucapku, lalu berdiri dari kursiku dan menghampirinya lalu memeluknya. Aku mengajaknya untuk duduk di sofa yang berada di ruanganku. "Kenapa tidak menelfonku jika ingin datang?."Tanyaku padanya. Ia menatapku lalu tersenyum. "Tak apa-apa, takut mengganggumu nanti."Ucapnya. "Aku tidak sibuk juga."Ucapku. Ia menyerahkan tas yang berisi makan siang kepadaku. "Makanlah ini kau tidak boleh sakit, makanlah yang banyak mengerti."Ucapnya lalu menaruhnya di atas meja. "Ibu, kenapa repot-repot sekali aku bisa membeli makan siang nanti jadi ibu tak repot menyiapkan ini semua." "Tidak apa-apa karena lebih baik makan-makanan yang di buat ini bahkan lebih sehat." "Baiklah kita makan bersama."Ucapku "Kau makanlah Hyesang Ibu harus pulang karena Aira sedang berada di rumah. Nana menitipkannya tadi pagi jadi aku tidak bisa lama-lama."Ucapnya berdiri dari duduknya dan aku menyusulnya berdiri lalu ia memelukku. "Jaga dirimu dan kesehatanmu hmmm Ibu pulang dulu." "Hati-hati sampaikan salamku untuk Nana dan Aira yang cantik."ucapku dan mengantarnya sampai depan pintu ruanganku. Aku membuka bekal dari Ibu mertuaku makanan kesukaanku ia selalu ingat itu terkadang aku merasa beruntung memiliki ibu mertua sepertinya penyayang dan selalu sabar menghadapi sifatku yang terkadang menyebalkan dan keras kepala. Berbeda ketika aku berhadapan dengan Marc ia akan senang hati mencubit hidungku sampai memerah karena keras kepala akutku dan aku dengan senang hati membalasnya dengan lemparan benda apapun yang berada didekatku, agar mengenai kepala ataupun punggungnya dan itu membuatku puas melihatnya kesakitan dan matanya mulai mendelik kesal kepadaku bahkan dia selalu berkata bahwa aku ini seorang istri yang tidak memiliki rasa kemanusiaan terhadap suami jika sedang marah. Kenangan yang indah bukan?.   Pov.   Marcus. Ingin mengajak Hyesang makan siang saja rasanya begitu sulit. Kenyataanya ia istriku sendiri harusnya tak masalah bagiku tapi karena aku terlalu pengecut ya begini jadinya. Atau aku makan di dekat kantornya saja fikirku siapa tau kami tak sengaja bertemu ya. Aku akan berangkat menuju ke kantornya, aku memutuskan makan di restoran samping kantor Hyesang yang aku tau ia sering kesini aku duduk dan mulai memesan dan tak lupa melihat kesekelilingku siapa tau Hyesang sedang duduk bersama rekan-rekannya. Tapi aku tak mememukannya di setiap penjuru restoran apa ia melewatkan makan siangnya fikirku, Haish Wanita ini terkadang membuat rindu dan sakit kepala disaat yang bersamaan kenapa ia suka sekali membuat orang yang berada disekelilingnya menjadi khawatir berlebihan sudah tau mempunyai penyakit lambung akut tapi masih saja menahan lapar. Aku saja sebagai suami merasa tidak berguna sekarang. Aku mengeluarkan ponselku dari jas yang kupakai dan mulai menekan dial no Hyesang. "Hallo."H "Sayang."M "Hmmmm."H "Dimana?."M "Kantor, kenapa memangnya?."H "Sudah makan?."M "Ini sedang makan."H "Dimana?."M "Diruanganku."H "Pesan?."M "Tidak Ibu datang membawa makan siang dia tidak cerita padamu kalau datang."H "Tidak."M "Kau Dimana?."H "Restoran dekat kantormu."M "Apa kau serius?."H "Ye, turunlah aku menunggumu."M "Baiklah pesankan aku hot chocolate."H "Iya turunlah aku menunggumu."M "Tunggulah aku turun sekarang."H Aku memutuskan sambungan telepon dengan Hyesang. Dan mulai memakan pesananku yang sudah datang dan tak lupa memesankan minuman kesukaannya yaitu Hot Chocolate. Aku melihatnya mulai memasuki restoran dan mengedarkan pandangannya aku mengangkat satu tanganku untuk memberi isyarat padanya bahwa aku disini ia melihatku lalu berjalan kearahku. Ia mulai duduk didepanku lalu meminum minumannya yang telah datang. "Sayang."Panggilnya padaku. "Hmmm."Jawabku menatapnya. "Kau tidak mau bertemu Ayah?."Tanyanya. "Tidak aku datang ingin menemui istriku bukan dia."Jawabku tanpa menatapnya. Maaf Hyesang aku tak suka membahasnya kaupun tau selama ini hubunganku dengannya begitu sangat buruk. Aku melihatnya hanya menatap ku sekilas lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.   Pov.   Hyesang.   Ia menelefon ku dan mengatakan sedang berada di restoran dekat sini, akupun menemuinya lalu duduk tepat di depannya. Aku mulai bertanya padanya apakah ia datang untuk menemui Ayah tapi jawabannya tidak dan jangan pernah menanyakan bagaimana raut wajahnya yang terkesan tak suka jika aku membawa nama Ayah dalam pembicaraan. Aku memutuskan diam, aku tau ia seperti tak enak padaku atas respon yang ia berikan untukku akupun mengerti makanya aku tak mau bertanya kembali kenapa ia tak mau bertemu dengan Ayah karena mood nya akan hancur seketika. "Bagaimana pekerjaanmu, apa ia memberikan pekerjaan yang banyak??."Tanyanya. Aku memandangnya, lalu menggelengkan kepalaku. "Tidak ia tak pernah memberikanku pekerjaan yang sampai membuatku sakit kepala."jawabku Aku melihat Marc hanya menggelengkan kepalanya padaku, lalu kembali melanjutkan makannya. "Makanlah ini."Ucapnya menawariku. " Tidak Aku sudah kenyang makanlah." Ucapku menolaknya. "Marcus."Panggil seseorang pada Suamiku. Aku dan Marc menoleh ke arah si pemanggil tadi dan kulihat seorang wanita berdress soft sedang melihat kearah kami berdua dan mulai berjalan mendekat. Aku melihat ekspresi wajah Suamiku yang terkesan tak suka saat melihatnya. Wanita itu mendekat lalu tanpa permisi duduk di dekatku diantara aku dan Marc, Marc memandang datar ke arahnya, lalu mulai memandangku dengan isyarat matanya agar aku tak memperdulikan wanita itu. "Oh Seolri."Ucap Marc "kau masih mengingatku?."tanyanya padaku. "Ya begitulah."Jawab Marc dengan singkat tanpa menatapnya. "Sayang ini Seolri kita satu kampus dulu dan dia juga juniorku di kampus."Ucap Marc padaku. Aku menatap wanita tadi yang sepertinya terlihat menampakan raut wajah yang aneh ada apa dengannya? fikirku aku tersenyum dengan ramah lalu mengulurkan tanganku padanya sekedar berbasa-basi karena kalau aku hanya tersenyum ia akan mengatakan aku ini orang yang sombong. "Lee Hyesang."Ucapku saat ia sudah menjabat tanganku. "Kwon Seolri."Jawabnya. Lalu menatapku lama. Aku balas menatapnya masih dengan senyuman, lalu melepaskan tanganku darinya. "Ah Seolri senang berkenalan denganmu."Ucapku. Kulihat ia hanya menganggukan kepalanya dengan pelan, ada dengannya apa wajahku terlihat aneh ckkk bahkan ekspresi wajah nya berbeda dari pertama kali ia datang entahlah. "Seolri dia Hyesang istriku."Ucap Marc padanya, dan membuatnya memandang datar padaku, apalagi sekarang ini fikirku kenapa Marc sangat suka sekali bergaul dengan orang-orang tak jelas dan dengan mimik ekspresi berbeda-beda di setiap wajahnya membuatku sakit kepala saja, aku akan menegurnya nanti agar mencari teman yang benar dan jelas. "Sayang, aku membayar yang makanan dulu tunggu disini aku akan mengantarmu sampai ruanganmu nanti."Ucapnya lalu bangkit dan menuju ke arah kasir, meninggalkan aku dan Seolri yang sejak tadi diam. Aku menghela nafas sesaat lalu mulai mencari topik pembicaraan saat aku mau mulai membuka suara ia sudah bertanya padaku terlebih dahulu. "Hyesang, sejak kapan kalian menikah?."Tanyanya padaku. Aku menatapnya. Apa ia tidak datang ke pernikahan ku dengan Marc atau jangan-jangan sengaja Marc tidak mengundangnya karena ekspresi yang suamiku tunjukan tadi seperti tak menyukainya. Aku berdehem sejenak lalu kembali menatapnya. "Apa kau tidak di undang Seolri?."Tanyaku padanya. "Maksudnya, aku tak mengerti."Ucapnya . "Aku memang tak tau semua teman suamiku tapi aku rasa ia mengundang semua rekannya ketika kami menikah dulu."Ucapku. "Tapi aku tak diundang."Jawabnya. Aku hanya membeo dan bingung merespon seperti apa. "Ehmm Seolri aku tak tau apa alasannya kau tidak di undang, kalau kau ingin tau alasannya langsung tanyakan saja pada Marc, tapi untuk pertanyaan mu yang menanyakan sejak kapan kami menikah maka aku yang akan menjawabnya kurang lebih usia pernikahan kami sudah 8 Tahun."Jawabku dengan tenang. Ia menatapku lalu kembali membuang pandangannya ke arah lain. Dan aku hanya Acuh. Tak lama Marc datang, dan kembali duduk di sampingku, ia bahkan menggeser kursinya agar menempel padaku, ada apa sebenarnya dengan kedua manusia ini. "Seolri apa kau mantan pacar suamiku?."tanyaku membuatnya menatapku dengan kaget, dan Marc juga memandang ku dengan tatapan tak mengerti. "Jangan mengada-ngada hanya kau satu-satunya wanita yang selalu membuatku berlari-lari untuk mengejarmu, aku sudah pernah bilang bukan bahwa aku tak punya pacar. Kau satu-satunya wanita yang singgah padaku jadi jangan berfikiran yang aneh-aneh."Ucapnya lalu seperti biasa menarik hidungku dengan keras. Aku memukulnya dengan kencang lalu meliriknya dengan tatapan membunuhku. "Sakit ckk."Ucapku padanya. Ia melirikku lalu tersenyum dengan geli kalian lihat ia bahkan sangat jail padaku, aku selalu kesal dibuatnya. Seolri menatapku tidak suka. Kenapa lagi, dia ini bahkan bukan mantan pacarnya kenapa ia marah ah aku tau atau jangan-jangan ia Fans suamiku, sudah pasti itu Marc pernah bercerita bahwa saat kuliah ia sangat digilai oleh para wanita. Terkadang aku heran Marc memang tampan tapi tidak dengan sifatnya yang sangat amat menyebalkan.   Aku melakukan rutinitasku sebagai manager di perusahaan ayah mertuaku jika kalian ingin tau perusahaan apa ini, perusahaan ayah mertuaku bergerak di bidang farmasi dan aku merupakan bagian manager keuangan disini awalnya aku pun merasa ragu untuk bergabung tapi ayah mertuaku terus mendesak agar aku masuk jajaran petinggi perusahaan dan memintaku secara terus menerus untuk memerima posisi yang ia berikan. Karena Mark dan Nana tidak ingin ikut campur dalam bisnis ini maka aku yang harus masuk, apa boleh buat fikirku yang terpenting pekerjaan ku yang lain tetap berjalan dengan baik. Sebenarnya bukan hanya aku yang berada di sini tapi Paman dan Bibi Marc pun bekerja disini karena yang aku dengar mereka juga mempunyai asset disini maka mereka juga berhak bekerja disini dan, mempunyai jabatan yang setara denganku tapi aku pun tidak terlalu akrab dengan mereka karena sifatnya aneh dan terkesan angkuh jadi aku memutuskan lebih baik menghindar saja toh mereka belum mengusikku jadi biarkan saja . Tok tok tok. Aku mendengar seseorang mengetuk pintu ruanganku. "Masuklah."Jawabku. Kulihat seorang wanita memasuki ruanganku. "Hyesang."panggilnya padaku lalu aku menoleh ke arah pintu dan menemukan Ibu mertuaku berdiri menatapku dengan memegang sebuah tas yang ku tau itu sudah pasti makan siang. "Ibu."Ucapku, lalu berdiri dari kursiku dan menghampirinya lalu memeluknya. Aku mengajaknya untuk duduk di sofa yang berada di ruanganku. "Kenapa tidak menelfonku jika ingin datang?."Tanyaku padanya. Ia menatapku lalu tersenyum. "Tak apa-apa, takut mengganggumu nanti."Ucapnya. "Aku tidak sibuk juga."Ucapku. Ia menyerahkan tas yang berisi makan siang kepadaku. "Makanlah ini kau tidak boleh sakit, makanlah yang banyak mengerti."Ucapnya lalu menaruhnya di atas meja. "Ibu, kenapa repot-repot sekali aku bisa membeli makan siang nanti jadi ibu tak repot menyiapkan ini semua." "Tidak apa-apa karena lebih baik makan-makanan yang di buat ini bahkan lebih sehat." "Baiklah kita makan bersama."Ucapku "Kau makanlah Hyesang Ibu harus pulang karena Aira sedang berada di rumah. Nana menitipkannya tadi pagi jadi aku tidak bisa lama-lama."Ucapnya berdiri dari duduknya dan aku menyusulnya berdiri lalu ia memelukku. "Jaga dirimu dan kesehatanmu hmmm Ibu pulang dulu." "Hati-hati sampaikan salamku untuk Nana dan Aira yang cantik."ucapku dan mengantarnya sampai depan pintu ruanganku. Aku membuka bekal dari Ibu mertuaku makanan kesukaanku ia selalu ingat itu terkadang aku merasa beruntung memiliki ibu mertua sepertinya penyayang dan selalu sabar menghadapi sifatku yang terkadang menyebalkan dan keras kepala. Berbeda ketika aku berhadapan dengan Marc ia akan senang hati mencubit hidungku sampai memerah karena keras kepala akutku dan aku dengan senang hati membalasnya dengan lemparan benda apapun yang berada didekatku, agar mengenai kepala ataupun punggungnya dan itu membuatku puas melihatnya kesakitan dan matanya mulai mendelik kesal kepadaku bahkan dia selalu berkata bahwa aku ini seorang istri yang tidak memiliki rasa kemanusiaan terhadap suami jika sedang marah. Kenangan yang indah bukan?.   Pov.   Marcus. Ingin mengajak Hyesang makan siang saja rasanya begitu sulit. Kenyataanya ia istriku sendiri harusnya tak masalah bagiku tapi karena aku terlalu pengecut ya begini jadinya. Atau aku makan di dekat kantornya saja fikirku siapa tau kami tak sengaja bertemu ya. Aku akan berangkat menuju ke kantornya, aku memutuskan makan di restoran samping kantor Hyesang yang aku tau ia sering kesini aku duduk dan mulai memesan dan tak lupa melihat kesekelilingku siapa tau Hyesang sedang duduk bersama rekan-rekannya. Tapi aku tak mememukannya di setiap penjuru restoran apa ia melewatkan makan siangnya fikirku, Haish Wanita ini terkadang membuat rindu dan sakit kepala disaat yang bersamaan kenapa ia suka sekali membuat orang yang berada disekelilingnya menjadi khawatir berlebihan sudah tau mempunyai penyakit lambung akut tapi masih saja menahan lapar. Aku saja sebagai suami merasa tidak berguna sekarang. Aku mengeluarkan ponselku dari jas yang kupakai dan mulai menekan dial no Hyesang. "Hallo."H "Sayang."M "Hmmmm."H "Dimana?."M "Kantor, kenapa memangnya?."H "Sudah makan?."M "Ini sedang makan."H "Dimana?."M "Diruanganku."H "Pesan?."M "Tidak Ibu datang membawa makan siang dia tidak cerita padamu kalau datang."H "Tidak."M "Kau Dimana?."H "Restoran dekat kantormu."M "Apa kau serius?."H "Ye, turunlah aku menunggumu."M "Baiklah pesankan aku hot chocolate."H "Iya turunlah aku menunggumu."M "Tunggulah aku turun sekarang."H Aku memutuskan sambungan telepon dengan Hyesang. Dan mulai memakan pesananku yang sudah datang dan tak lupa memesankan minuman kesukaannya yaitu Hot Chocolate. Aku melihatnya mulai memasuki restoran dan mengedarkan pandangannya aku mengangkat satu tanganku untuk memberi isyarat padanya bahwa aku disini ia melihatku lalu berjalan kearahku. Ia mulai duduk didepanku lalu meminum minumannya yang telah datang. "Sayang."Panggilnya padaku. "Hmmm."Jawabku menatapnya. "Kau tidak mau bertemu Ayah?."Tanyanya. "Tidak aku datang ingin menemui istriku bukan dia."Jawabku tanpa menatapnya. Maaf Hyesang aku tak suka membahasnya kaupun tau selama ini hubunganku dengannya begitu sangat buruk. Aku melihatnya hanya menatap ku sekilas lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.   Pov.   Hyesang.   Ia menelefon ku dan mengatakan sedang berada di restoran dekat sini, akupun menemuinya lalu duduk tepat di depannya. Aku mulai bertanya padanya apakah ia datang untuk menemui Ayah tapi jawabannya tidak dan jangan pernah menanyakan bagaimana raut wajahnya yang terkesan tak suka jika aku membawa nama Ayah dalam pembicaraan. Aku memutuskan diam, aku tau ia seperti tak enak padaku atas respon yang ia berikan untukku akupun mengerti makanya aku tak mau bertanya kembali kenapa ia tak mau bertemu dengan Ayah karena mood nya akan hancur seketika. "Bagaimana pekerjaanmu, apa ia memberikan pekerjaan yang banyak??."Tanyanya. Aku memandangnya, lalu menggelengkan kepalaku. "Tidak ia tak pernah memberikanku pekerjaan yang sampai membuatku sakit kepala."jawabku Aku melihat Marc hanya menggelengkan kepalanya padaku, lalu kembali melanjutkan makannya. "Makanlah ini."Ucapnya menawariku. " Tidak Aku sudah kenyang makanlah." Ucapku menolaknya. "Marcus."Panggil seseorang pada Suamiku. Aku dan Marc menoleh ke arah si pemanggil tadi dan kulihat seorang wanita berdress soft sedang melihat kearah kami berdua dan mulai berjalan mendekat. Aku melihat ekspresi wajah Suamiku yang terkesan tak suka saat melihatnya. Wanita itu mendekat lalu tanpa permisi duduk di dekatku diantara aku dan Marc, Marc memandang datar ke arahnya, lalu mulai memandangku dengan isyarat matanya agar aku tak memperdulikan wanita itu. "Oh Seolri."Ucap Marc "kau masih mengingatku?."tanyanya padaku. "Ya begitulah."Jawab Marc dengan singkat tanpa menatapnya. "Sayang ini Seolri kita satu kampus dulu dan dia juga juniorku di kampus."Ucap Marc padaku. Aku menatap wanita tadi yang sepertinya terlihat menampakan raut wajah yang aneh ada apa dengannya? fikirku aku tersenyum dengan ramah lalu mengulurkan tanganku padanya sekedar berbasa-basi karena kalau aku hanya tersenyum ia akan mengatakan aku ini orang yang sombong. "Lee Hyesang."Ucapku saat ia sudah menjabat tanganku. "Kwon Seolri."Jawabnya. Lalu menatapku lama. Aku balas menatapnya masih dengan senyuman, lalu melepaskan tanganku darinya. "Ah Seolri senang berkenalan denganmu."Ucapku. Kulihat ia hanya menganggukan kepalanya dengan pelan, ada dengannya apa wajahku terlihat aneh ckkk bahkan ekspresi wajah nya berbeda dari pertama kali ia datang entahlah. "Seolri dia Hyesang istriku."Ucap Marc padanya, dan membuatnya memandang datar padaku, apalagi sekarang ini fikirku kenapa Marc sangat suka sekali bergaul dengan orang-orang tak jelas dan dengan mimik ekspresi berbeda-beda di setiap wajahnya membuatku sakit kepala saja, aku akan menegurnya nanti agar mencari teman yang benar dan jelas. "Sayang, aku membayar yang makanan dulu tunggu disini aku akan mengantarmu sampai ruanganmu nanti."Ucapnya lalu bangkit dan menuju ke arah kasir, meninggalkan aku dan Seolri yang sejak tadi diam. Aku menghela nafas sesaat lalu mulai mencari topik pembicaraan saat aku mau mulai membuka suara ia sudah bertanya padaku terlebih dahulu. "Hyesang, sejak kapan kalian menikah?."Tanyanya padaku. Aku menatapnya. Apa ia tidak datang ke pernikahan ku dengan Marc atau jangan-jangan sengaja Marc tidak mengundangnya karena ekspresi yang suamiku tunjukan tadi seperti tak menyukainya. Aku berdehem sejenak lalu kembali menatapnya. "Apa kau tidak di undang Seolri?."Tanyaku padanya. "Maksudnya, aku tak mengerti."Ucapnya . "Aku memang tak tau semua teman suamiku tapi aku rasa ia mengundang semua rekannya ketika kami menikah dulu."Ucapku. "Tapi aku tak diundang."Jawabnya. Aku hanya membeo dan bingung merespon seperti apa. "Ehmm Seolri aku tak tau apa alasannya kau tidak di undang, kalau kau ingin tau alasannya langsung tanyakan saja pada Marc, tapi untuk pertanyaan mu yang menanyakan sejak kapan kami menikah maka aku yang akan menjawabnya kurang lebih usia pernikahan kami sudah 8 Tahun."Jawabku dengan tenang. Ia menatapku lalu kembali membuang pandangannya ke arah lain. Dan aku hanya Acuh. Tak lama Marc datang, dan kembali duduk di sampingku, ia bahkan menggeser kursinya agar menempel padaku, ada apa sebenarnya dengan kedua manusia ini. "Seolri apa kau mantan pacar suamiku?."tanyaku membuatnya menatapku dengan kaget, dan Marc juga memandang ku dengan tatapan tak mengerti. "Jangan mengada-ngada hanya kau satu-satunya wanita yang selalu membuatku berlari-lari untuk mengejarmu, aku sudah pernah bilang bukan bahwa aku tak punya pacar. Kau satu-satunya wanita yang singgah padaku jadi jangan berfikiran yang aneh-aneh."Ucapnya lalu seperti biasa menarik hidungku dengan keras. Aku memukulnya dengan kencang lalu meliriknya dengan tatapan membunuhku. "Sakit ckk."Ucapku padanya. Ia melirikku lalu tersenyum dengan geli kalian lihat ia bahkan sangat jail padaku, aku selalu kesal dibuatnya. Seolri menatapku tidak suka. Kenapa lagi, dia ini bahkan bukan mantan pacarnya kenapa ia marah ah aku tau atau jangan-jangan ia Fans suamiku, sudah pasti itu Marc pernah bercerita bahwa saat kuliah ia sangat digilai oleh para wanita. Terkadang aku heran Marc memang tampan tapi tidak dengan sifatnya yang sangat amat menyebalkan.   tbc.........
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN