aku terus teringat dengan permainan panas ku bersama nadia kakak ipar ku.
"s**t, tiap inget nadia pasti keras. mana fiani lagi halangan udah tiga hari kepala ku pusing ga ada pelampiasan" rutuk bian frustasi.
hari ini aku pulang kantor siang hari setelah ada meeting di luar dan malas kembali kekantor karena sudah tak ada pekerjaan lagi. mungkin dewi fortuna sedang berpihak pada ku, nadia datang itu artinya aku bisa bermain dengannya sementara istri ku sedang ada acara makan makan karena salah satu teman mengajarnya sedang berulang tahun.
"fiani mana bian?"
"masih belum pulang, ayo nad" ucap ku to the point.
"kemana?" nadia pura pura tak mengerti.
"ayo ke kamar tamu, aku pusing fiani lagi datang bulan" jelas ku.
"kamu mau genjot aku lagi bian?" tanya nadia.
"iya, ayo cepet jangan bawel keburu fiani sama billa pulang"
brak
aku membanting pintu kamar tamu dan langsung mendorong nadia ke ranjang.
"pelan pelan" nadia tersenyum nakal sambil membuka lebar kedua pahanya.
ck ga pakai celana dalam, memang jalang pikir ku.
"kami nyuruh pelan pelan tapi ini v mu udah becek begini nad"
aku yang sudah di ujung nafsu tak lagi melalukan pemanasan dan langsung ingin menghujam liang kewanitaan nadia. sret ku buka celana ku dan memposisikan diri ku tepat di tengah kedua paha nadia yang sudah mengangkang.
bless
dengan sekali hentak aku masuki nadia dengan tongkat ku.
"argh" nadia mengerang menahan sakit.
"sakit bian"
aku tak perduli, langsung saja ku genjot tubuh nadia dengan keras. walau awalnya nadia mengeluh sakit namum makin kesini dia melenguh dan mendesah sepertinya kenikmatan sudah menjalari dirinya.
"bian agh kam kamuh agh nikmat"
"hmm" aku tak menjawab, aku terus fokus dengan hujaman hujaman yang aku lakukan pada liang nadia. aku harus cepat sampai agar tak sampai di pergoki istri ku.
"ah ah ah terus bian terus, ah iya yang dalam. lagi lagi bian"
"diam nad" suara ku tertahan karena saking aku merasa keenakan menggenjot tubuh kakak ipar ku ini.
"arh bian argh"
nadia terus menjerit dia tak perduli kalau ada yang mengetahui perbuatan kami. akhirnya aku menyumpal mulutnya dengan ujung bantal agar suaranya tak sampai terdengar keluar.
"egh ah" aku menggeram, walau sedikit longgar tapi liang s******a kakak ipar ku ini cukup nikmat.
"nungging nad" perintah ku.
nadia tak menolak, ia langsung menungging disisi ranjang dan aku dapat melihat liangnya yang begitu merah karena hasil gesekan dari batang ku yang cukup brutal.
"egh, cepat bian yang keras please" pintanya saat aku masuki lagi liangnya.
"begini" aku sudah seperti orang kesetanan menyodok dari belakang.
"ah iya, lagi bian lebih keras lagi buat v ku nikmat aaaahhh"
nadia menikmati setiap hujaman yang aku berikan. aku melupakan istri dan anak ku, aku berpacu dengan napsu mengauli kakak ipar ku sendiri. sungguh nadia membuat warna baru dalam imajinasi b******a yang membuat ku kecanduan padahal fiani istri ku sangat membuat ku puas setiap kami melakukan hubungan suami istri tapi dengan nadia berbeda lagi rasanya.
sudah hampir setengah jam aku megauli nadia tapi belum juga ada tanda aku akan sampai, mungkin karena liang nadia sudah sedikit besar tidak sempit seperti milik fiani istri ku.
nadia terus menyebut nama ku karena aku bermain cukup kasar kali ini.
"bian aah ah ah pelan sedikit perih" ucap nadia disela desahan dan jeritannya. aku tak begitu menghiraukan nadia aku terus menghentak milikku agar cepat sampai karena aku sedikit khawatir fiani dan billa datang.
"hmm pelankan suaramu nad, nanti di dengar irang. uuuhhhh"
"aah aah aah bian aahh punya mu aaahhhhh"
akhirnya setelah berpacu hampir satu jam aku berhasil k*****s dengan nadia yang o*****e sebanyak lima kali.
"eehhh sssssttt" desis nadia merasakan peris dipangkal pahanya.
"cepat bersihkan dirimu nad, kalau mau tunggu fiani pulang lebih baik kamu keruang tamu saja" aku berlalu dari kamar tamu untuk membersihkan diri di kamar ku.
"mas" ku dengar suara fiani memanggil saat aku masih di dalam kamar mandi.
"ya sayang mas mandi" jawab ku. hmm untung saja aku sudah selesai dengan s**********n nadia kalau tidak bisa mati aku kepergok istri ku.