rudalnya besar duitnya banyak, mana mainnya lama banget lagi. uuuhhhh m***k ku kembali berkedut saat mengingat permainan panas ku dengan om frans dua hari lalu. sore setelah puas menunggangi tubuh ku om frans mentransfer sejumlah uang untuk ku sebagai imbalan atas pelayanan yang aku berikan walau sebenarnya aku lebih banyak mengangkang dan menjerit tapi dengan mudah aku diberi uang olehnya. tak ubahnya aku menjual lubang s******a ku pada setiap pria yang ku ajak mereguk madu cinta, tapi perduli setan dengan hal itu. aku menikmatinya, hanya bian yang tak memberikan uang pada ku setelah kami b******a tapi tak apa aku menyukai batang miliknya yang besar dan perkasa.
aaaaaahhh lupakan bian, semenjak anaknya sakit dia tak pernah mau lagi berbagi nikmat dengan ku. selalu menghindar dan ada saja alasannya untuk menolak saat ku ajak b******a.
"nad, kerumah ya. rumah om sepi lagi pada keluar negeri pembantu dan satpam sudah om ungsikan"
pesan singkat ajakan berbagi peluh ku terima dari om frans. sudah terbayang bagaimana nikmatnya aku menerima sodokan k****l hitamnya nanti. segera aku bersiap dan memesan taxi online untuk menuju rumah om frans.
"kenapa lama sekali, om sudah ga tahan mau ngobok m***k tembem mu ini nad" rajuk om frans saat aku sampai dirumahnya.
"uuuuhhhhmm beneran ga ada orang kan om? aaaahhhh" aku mendesah saat om frans sudah mencubit kacang ku dengan nakal.
"aaaahhhh om geli"
"mendesah lah nad, uuuuhhhh om rindu t****k mu nad dua hari serasa setahun" dengan rakus om frans mencium bibir ku dan tangannya berpindah ke gunung kembar ku.
"uuuhh om, aaahhh jangan aaahhh lagi om"
"hmm, om akan buat kamu banjir sampai lemas nad. lihat saja kamu akan terus merintih karena sodokan k****l on yang perkasa ini"
"ooohhh" aku tak mau kalah, segera ku buka celana pendek om frans dan menarik kontolnya yang sudah tegang sempurna.
"uuuuhhh aaaahhh nad, aaaahhh selomotan mu aaahhh mantap nad. iya iya terus nad sedot terus aaahhhh om suka nad mulutmu nikmat sayang"
mendengar om frans memuji mulut ku, aku semakin semangat mengoral batang hitamnya ini. mulut menyodot lidah ku m******t tangan ku memijat dua telur milik om frans yang menggantung. om frans membuka lebar kedua kakinya sesaat aku berhasil meloloskan celana beserta celana dalam milik om frans.
"oouuuhhh berhenti nad, cukup om bisa muncrat kalau kamu terus disana. hahaha kamu memang lawan yang seimbang untuk om nad. stamina ku lumayan kuat dan om suka itu"
"kalau om suka, sekarang ayo jilat punya ku om. gigit i**l ku ini" aku sudah mengangkang di karpet ruang tamu om frans dengan hanya melepas g-string dan mengangkat mini dress sampai sebatas pinggang aku mempertontonkan isi dalam s**********n ku tepat didepan mata om frans.
"ooouuuuhhh tembamnya m***k mu nad, ini m***k basah nan nikmat nad"
lidah om frans sudah menjilati bibir m***k ku, rasanya dingin namun kasar. sungguh luar biasa sensasi yang aku rasakan saat ini, begitu nikmat belum lagi k******s ku juga mendapat servis jari besar om frans. aaaaaahhhh aku menjerit keras memuncratkan pelepasan pertama ku sampai membanjiri karpet ruang tamu milik om frans.
"oooohhh bari lidah dan jari sudah senikmat ini om, aku ga sabar dibikin muncrat pakai k****l besar om itu" aku menunjuk k****l om frans yang mengacung dengan gagah.
"kamu akan dapat yang kamu mau nad, tapi tidak disini. siang ini om ingin kamu melayani om di kursi merah seperti waktu itu. disana kamu begitu seksi nad, oooohhhh"
om frans menarik ku untuk masuk kedalam kamarnya, kamar yang dua hari lalu menjadi tempat pertempuran panas ku dengannya.
"aaaaaaaaaahhh" aku menjerit karena dengan sekali sentakan om frans memasuki ku dengan posisi aku menungging di kepala kursi.
"sssssttttt lebih menjepit tapi tetap basah nad. aaaahhhhh ini yang om suka nad" perlahan tapi pasti om frans mulai menyodok ku dengan sangat mantap. goyangannya pelan tapi menghentak begitu dalam, aku selalu menjerit setiap kali om frans melesakkan kontolnya sampai menyentuh dinding rahim ku.
"ah om, kenapa ooohhh nikmat sekali n*****t sama om. uuuuhhh iya iya iya, aku suka dientot sama om"
"hmm, kamu juga nikmat nad, t****k mu tembam tapi isi dalamnya begitu basah oooohhh"
om frans terus mengayunkan pinggulnya dengan lincah tak seperti pria usia 45tahun, tenaga om frans masih sangat kuat. ia bisa menggagahi ku sampai tiga jam lamanya walau ada sesi beristirahat.