CHAPTER #48 BAHAGIANYA BERKORBAN Dilapangan terbang Halim Perdanakusuma. Pesawat pribadi G-IV milik Abiyasa sudah menunggu dan siap-siap untuk terbang menuju Singapura. Nicky, Fitria, Andre, Mona dan tantenya Jeane sudah siap didalam pesawat. Mereka tinggal menunggu kedatangan Jeane dan dokter Stepanus. Nicky memegang tangannya Fitria dan berbisik ditelinganya. Fitria mengangguk. “Sebentar yah.” Kata Nicky. Nicky turun dari pesawat dan menuju ke lobby tunggu dimana ayah dan ibunya ada disitu. “Kenapa Nick?” Tanya ibunya. “Nggak ada apa-apa Mah. Belum pada datang ya Pah?” “Belum Nick. Sebentar lagi mungkin. Kalau jam segini kan jam makan siang jadi agak macet lah Nick.” S

