Lelah. Mawar tidak pernah merasa selelah itu, hingga untuk menggerakkan tubuhnya sedikit saja, dia tidak mampu. Sialnya, perasaan lelah itu disertai rasa nyaman. Dia kalah. Itu sudah jelas. Meski di bawah pengaruh obat, dia jelas sadar apa yang sudah terjadi. Kris sudah berhasil memilikinya kembali, dan sudah terlalu terlambat untuk kembali membuat jarak. Rasa lelah membuatnya enggan memberontak. Dia hanya ingin berbaring sampai lelahnya mereda, sambil menikmati detik demi detik yang berlalu, dalam dekapan hangat Kris. Entah pria itu sudah terbangun atau belum, Mawar tidak peduli. Yang penting, tubuh mereka masih menempel. Kehangatan dari tubuh pria itu masih terasa, membuat Mawar sadar bahwa semuanya nyata. Berulang kali terbangun, berulang kali pula tertidur. Entah berapa lama Mawar b

