Mawar kembali ke meja makan, lalu duduk dalam diam. Mendengarkan perbincangan antara Nita dan Kris yang sebenarnya hanya tentang itu-itu saja, harapan Nita bahwa anaknya akan diperlakukan dengan baik karena Nita telah memberikannya sebagai hadiah, agar kehidupan rumah tangga Kris dan Mawar lebih berwarna. Dalam hati, Mawar mengejek Nita yang masih saja mau berharap. Padahal, sudah jelas yang bisa Kris beri perhatian hanya kekayaan serta sumber pemuas nafsunya. Dan itu terlihat jelas dari cara pria itu mengangguk sambil lalu, serta membantah bahwa menyediakan dua pengasuh untuk anak itu sudah lebih dari cukup karena Kris sendiri sejak kecil juga jatuh di tangan pengasuh. “Selamat berbahagia untuk kalian berdua. Tidak banyak yang bisa bersatu dengan pasangan yang membuat kita bahagia, mesk

