Kris memang benar-benar! Sesuai ucapannya, dia tidak keluar kamar, sama sekali. Saat pria itu tidur, Mawar mengendap-endap, keluar kamar. Dia butuh sendiri, untuk mengurangi kadar sihir Kris yang sudah mencemari dirinya. Entah berapa kali mereka berciuman, dan itu sudah membuat Mawar sedikit luluh. Cara pria itu berciuman seolah menyampaikan kata-kata Kris yang selama ini kurang Mawar percayai, menyiratkan harapan, rasa sayang, kerapuhan, dan lain-lain. Mungkin otak Mawar saja yang mengartikannya seperti itu. Sekali lagi, dia tersihir oleh Kris, hingga menjadi agak dungu. Sembari memegang gelas berisi s**u, Mawar menonton tv di ruang tamu. Sejenak dia lupa kalau ada Nita di rumah mereka, hingga disadarkan saat kemudian wanita yang tengah berbadan dua itu berkata, “Kamu ngapain ada di sin

