Seperti wanita simpanan lainnya, Nita sangat aktif dalam menunjukkan keunggulan dirinya. Dia menyiapkan hidangan sarapan dengan luwes, membuat selera makan Mawar menurun. Dalam hati, Mawar bersungut-sungut. Menuduh Nita adalah pembual besar. Katanya, wanita yang suka memamerkan bagian dadanya itu, datang karena anaknya sakit. Nyatanya, yang Mawar lihat, Nita tidak sepeduli itu pada anaknya. Dan Mawar bertambah muak saat melihat sesekali tangan wanita itu mengelus perutnya yang membuncit. “Kamu maunya apa?” Kris bertanya, membuat Mawar menoleh tanpa menggerakkan kepalanya, hanya melirik sinis. Bukannya merasa, Kris malah segera menempelkan bibirnya ke pipi Mawar. “Apa sih!” Mawar mengusap pipinya, seolah jijik. “Pagi-pagi nggak boleh sinis.” “Sinis itu bisa kapan aja dan di mana aja! N

