Masih dengan perasaan marah, kesal, dan malu. Mbak Dewi mau tidak mau mengikuti apa yang disuruh oleh anak majikannya itu. Dia tidak mau jika Joni akan murka lalu kembali menyetubuhi nya. Selesai menghidangkan kopi, dia mengunci pintu kamar dan menangis sejadinya di kasur kecil yang ada di ruangan itu. Dunia memang sudah tua hingga apapun bisa terjadi. Jika, manusia sudah kehilangan akal sehatnya. Poor Mbak Dewi **** Semburat sinar mentari di ufuk timur terlihat menguning. Hari masih terlalu pagi, tetapi Sahira sudah beringsut bangun dari tidurnya. Dia merenggangkan tubuhnya sebentar lalu kemudian berdiri di atas balkon kamarnya. Masih menguap, Sahira menikmati suasana pagi hari yang indah. Ingatannya tertuju saat-saat bersama Rivan. Mengingat namanya membuat dia tersenyum manis. Sem

