Bagian Sembilan Belas

1654 Kata

Jam tujuh malam jenazah tiba dikediamannya selama masih hidup. Rumah keluarga Riandi penuh dengan para pelayat. Kolega, tetangga, dan teman-teman orang tuanya memenuhi ruangan dimana terdapat jenazah yang terbujur kaku. Tak ketinggalan teman-teman genk Sahira dan sekolahnya. Mereka mencoba memberi semangat kepada ketua genk mereka. Begitu pun dengan teman-teman Joni. Keluarga Ardi pun tak kalah sibuk, mereka membantu Joni untuk mengurus semua keperluan ritual penguburkan jenazah ke tempat abadinya. Memang semua yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi, maut, jodoh, dan rejeki sudah ada yang mengatur. Kita hanya perlu bersiap untuk menyambutnya. **** Sahira pov Aku tidak menyangka orang tuaku akan pergi secepat ini. Ini seperti mimpi disiang bolong. Mereka tidak mungkin 'kan pergi d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN