Bgaian Dua Puluh

1277 Kata

"Memangnya penawaran seperti apa yang bapak mau?" Ucapku pada akhirnya. Bulu kuduk ku meremang melihat senyumannya yang penuh arti. Ya Tuhan, kenapa hatiku mendadak tidak enak begini. "Saya ingin kamu jadi istri simpanan saya, kamu mau?" Ucapnya dengan tenang. "APA?!!!" Ucapku dan Kak Joni berbarengan. Dasar tua bangka sialan. **** Sumpah serapah terus keluar dari mulutku untuk si tua bangka itu. Enak saja dia memintaku menjadi istri simpanannya. Huh, memangnya aku perempuan seperti apa hingga dia memintaku menjadi gundiknya. Setelah meneriakinya, aku pergi meninggalkan bapak tua itu bersama kak Joni. Amarah masih meluap dalam dadaku. Aku sungguh tidak sudi menjadi istrinya, apalagi istri simpanannya. Kulihat mobil hitamnya sudah pergi meninggalkan rumah ini. Baguslah, melih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN