Bagian Empat Puluh satu

1507 Kata

Selesai berbagi malam denganku, Ardi kembali ke kamarnya agar Risya tidak curiga. Sudah kubilang padanya, bahwa dia berterus terang saja pada istrinya itu. Namun, dia menolaknya mentah-mentah. Katanya menunggu waktu yang tepat, aku sangat kecewa sekali dengan keputusannya itu. Sampai kapan aku harus terus bersembunyi dibelakang Risya begini. Ini tidak bisa dibiarkan, satu-satunya jalan adalah aku harus segera hamil agar Ardi mau menceraikan istrinya itu. Malam mendekati pagi aku tertidur karena kelelahan. Ardi begitu perkasa di ranjang, tidak salah memang aku memilihnya menjadi calon suami. Aku sangat puas dan begitu menikmatinya. Tapi aku tidak mau kalah, sebisa mungkin aku memberi pelayanan terbaik untuknya dan sepertinya berhasil. Ardi selalu tersenyum senang ketika kami sudah selesai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN