Mengetahui aku tidak suka asap rokok dia membuka kaca jendela mobil. Kuhirup udara di luar sepuasnya. Secara tidak sengaja pintu mobil disisiku terbuka sedikit. Ide untuk kabur langsung memenuhi kepalaku. Dengan berpura-pura terbatuk aku melepas seatbelt mobil lalu secepat kilat berlari menjauhi mobil kak Joni yang sedang stuck karena dilanda kemacetan yang parah. Aku masih mendengar umpatannya yang menggema, lalu aku semakin mempercepat langkahku agar dia tak berhasil mengejarku. **** Sudah satu satu minggu aku berada di Jakarta, menjalangkan tugasku untuk melunasi semua hutang yang dimiliki oleh kakakku dengan menjadi b***k seks teman-temannya. Sakit hati sudah tidak dirasa, toh, buat apa? Kakakku itu sudah tidak perduli sama sekali terhadapku. Dia hanya menjaga tubuhku, agar teman-

