Andrew melangkah pelan memasuki rumah sakit. Rasanya ia tak sanggup bertemu Hana sekarang. Apa yang harus ia katakan? Lebih tepatnya apa yang akan terjadi pada istrinya jika tahu mengenai keadaan janin dan rahimnya setelah keguguran. "Tuan, nyonya sudah dipindahkan ke ruang rawat."ucap Anwar. Ia sengaja keluar untuk menjemput tuannya. Andrew mengangguk lalu melangkah menuju ruang rawat Hana. "Untuk apa kau ke sini?"tanya Harun keras. Ia berdiri seolah menantang untuk berkelahi. Andrew menatap Anwar agar mengurus kakak dari istrinya itu. Ia harus bicara dengan mertuanya terlebih dahulu. Anwar segera menarik Harun menjauh hingga Andrew punya kesempatan mendekati bapak mertuanya. "Tidak perlu memberi penjelasan. Keputusan bapak sudah bulat. Kami kembalikan tanah dan kau kembalikan putri

