"Sebenarnya mas ingin di sini menemanimu tapi ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, jadi.." "Mas bisa pergi. Aku tidak masalah."ucap Hana cepat. Lagipula ia tak nyaman berada satu ruangan dengan suaminya. Andrew mendekat."Mas janji akan kembali setelah semua pekerjaan selesai."ucap Andrew lalu menunduk untuk mencium istrinya namun Hana lebih dulu menghindar. "Hati-hati!"ucap Hana tanpa menatap suaminya. Andrew berusaha mengerti lalu melangkah pergi. Tiga puluh menit kemudian. Pintu ruang rawatnya dibuka oleh seseorang. Hana yang hampir tertidur langsung membuka matanya. "Loh daddy mana, mom?"tanya Rea mendekat. "Pergi ke kantor."sahut Hana pelan. "Hah? Kok bisa daddy ninggalin mommy sendirian."tanya Rea kaget. Hana tersenyum tipis."Katanya ada pekerjaan penting yang tidak bisa

