Arslan bangun subuh, langsung mengecek ponselnya yang terletak di samping bantal. Memeriksa bar notifikasi dengan ekspresi dingin. 12 panggilan tak terjawab, serta lima pesan tidak ia tanggapi. Pria itu mematikan ponsel, kemudian bergerak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Setelah untuk minggu ini adalah kaus abu-abu dan celana training selutut berwarna putih. Ia tetap di kamar sampai pukul lima tepat. Pria itu keluar dari kamar. Pindah ke pintu sebelah kamar Alisha. Mengetuknya beberapa kali yang selalu bertambah volumenya di tiap ketukan. Erangan perempuan dari dalam tidak menghentikan kegiatannya. “Hari minggu, Liya. Olahraga, mau?” ajak Arslan. Hanya saat mengatakan itu ia berhenti mengetuk. Lalu melanjutkan kegiatannya lagi. “Olahraga ndasmu! Aku tiap hari olahraga bers

