Nasi goreng dengan lauk tempe dan telur dadar sangat lancar masuk di tenggorokan Arslan, juga Aruna tampaknya. Keduanya sibuk menghabiskan makan malam, sementara Alisha membersihkan wastafel yang sebenarnya sudah mengkilap. Hal itu jelas memancing jiwa mengeluh Arslan. “Bakteri sama tujuh turunannya udah pada minggat, Alisha, saking bersihnya kamu bikin.” Alisha menoleh, kemudian mengeringkan lap setengah kering di tempat khusus. “Aku nggak tau harus ngapain.” Balasan tidak masuk akal itu Alisha keluarkan. “Ya udah, sini, suapin aku.” Arslan menyodorkan piringnya yang tersisa setengah beserta sendoknya. Pria itu tersenyum, menunggu permintaannya dikabulkan. Namun, yang Alisha berikan hanyalah ekspresi tidak nyaman sembari menggaruk tengkuk. Ia menunjuk secara asal ke luar ruang ma

