Entah harus bersyukur atau menyesal, karena pingsannya kemarin, menyebabkan ia tidak bisa menghadiri pemakaman Aliya. Arslan baru terbangun nyaris sebelas siang. Dari penuturan Alisha tadi, Aliya terlalu depresi sehingga tidak memedulikan pola makan. Berakibat, gerd-nya kambuh hingga dia merenggang nyawa. Sementara pria itu menyesal karena sudah membiarkan dirinya terlalu ketakutan, bahkan sampai menangis untuk seseorang yang malah ia nanti kepergiannya. Demi apa pun, Arslan menyayangkan air matanya yang mubazir demi menangisi Aliya. Namun, seharusnya tidak masalah. Karena keberadaan Alisha yang berada dalam dekapannya sekarang cukup untuk membayar semua kesedihan Arslan kemarin, dan 54 hari sebelumnya. Sungguh, memiliki Alisha sudah lebih dari cukup untuk menggenapi kesempurnaan hidup A

