Dua koma empat triliun rupiah. Arslan meneguk ludah tergiur ketika ditawari sahabatnya sebuah pulau dengan harga sefantastis itu. Terhitung tidak mahal sebenarnya untuk jiwa flamboyan Arslan, atau untuk sekadar kebahagiaan Alisha. Dua koma empat triliun tidak ada apa-apanya. Hanya saja, atas pertimbangan keadaan perusahaan yang sedang memproduksi barang besar-besaran untuk diimport ke luar negeri, juga persiapan launching produk baru, Arslan tidak bisa bertindak gegabah membuang banyak uang. Beberapa kemungkinan buruk bisa saja terjadi, seperti tidak lakunya produk sesuai perkiraan, kerusakan, atau kecelakaan. Memang tidak menggunakan uang perusahaan, hanya saja, Arslan masih sedikit ragu. Sehingga, sahabatnya pergi ketika itu dengan ucapan terakhir menanti jawaban Arslan sesegera mu

