Melihat ketegangan di wajah Malik, Yasmin tersenyum. “Tenang, Mal. Tidak ada hal buruk yang terjadi pada Isha. Malah kabar baik,” ujar Yasmin tak tega membuat Malik tegang. Seketika Malik menghela napas lega. “Syukurlah. Kabar baik seperti apa yang kamu tahu, Yas?” tanya Malik kemudian sambil mengemasi beberapa peralatan menulis yang tadi digunakannya dengan untuk membuat rancangan dengan rekannya. “Dia ternyata kuliah di ibu kota. Di jurusan akuntansi,” jawab Yasmin. “Oh, ya? Bagus, dong? Cita-citanya dulu memang menjadi pegawai bank. Katanya pegawai bank itu cantik-cantik, makanya dia ingin menjadi pegawai bank agar terlihat cantik,” kata Malik sambil tersenyum ketika terbayang bagaimana polosnya Isha ketika itu. Dan hati Yasmin bagai tersayat ketika melihat bahwa ada gurat bahagia

