Mendengar kalimat ibunya tadi, Isha tak bisa tidur semalaman. Dijodohkan dengan Malik? Bagaimana mungkin terlaksana? Mereka saat ini bagai dua orang asing yang tidak saling mengenal dan tak saling berkabar. Bahkan, Isha mulai membunuh apapun rasa yang ada di dalam hatinya sejak hari dimana Malik memilih untuk tidak datang ke kolam hanya karena dia kedatangan Bayu ketika itu. “Kamu belum tidur?” tanya Rosminah pada Isha ketika perempuan paruh baya itu terbangun dan dilihatnya Isha masih terjaga. “Belum, Bu,” jawab Isha singkat. “Kenapa? Mikirin omongan Ibu tadi?” tanya Rosminah merasa bersalah. Isha menggeleng. “Tidak. Hanya tak bisa tidur saja,” jawab Isha berbohong. “Ibu pikir kamu mikirin kalimat Ibu. Jangan dipikirkan jika itu mengganggumu. Itu hanya obrolan tak penting Ibu sama ib

