SEPASANG MATA

1148 Kata

Tentu saja Malik terkejut mendengar pernyataan Rosiana yang terdengar begitu jujur itu. Meski kadang Malik menyadari ada sikap tak biasa yang dilakukan Rosiana terhadapnya, akan tetapi Malik tidak pernah menyangka bahwa itu adalah sebuah cinta. Sebagaimana yang Rosiana ungkapkan beberapa detik lalu. “Apakah kalimatku tidak cukup gamblang, Mal? Aku merasakan sakit yang sama sebagaimana yang kamu rasakan. Kamu sakit mencintai Isha sendirian. Dan aku juga sakit karena mengharapkan cintamu, mencintaimu, sendirian,” jawab Rosiana dengan suara bergetar. Mata Malik menatap Rosiana yang juga menatapnya dengan mata nanar itu. “Tapi, Ros? Kita hanya berteman, kan? Tidak baik mengotorinya dengan rasa selain teman, kan?” tanya Malik. “Lalu bagaimana dengan kamu? Kamu juga mencintai Isha padahal ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN