SATU HARI DUA CINTA

1210 Kata

“Assalamualaikum,” ulang Isha di seberang karena Malik tidak menjawab salamnya. “Waalaikumsalam, Isha. Apa kabar?” tanya Malik dengan nada lembut namun jelas gugup, menyembunyikan suasana hatinya yang sedang riuh bergemuruh. “Saya baik, alhamdulillah.” Isha menjawab singkat di seberang. “Abang dengar kamu mau menikah?” tanya Malik dengan suara yang lirih. Terdiam beberapa saat, tak ada jawaban. Namun, helaan napas Isha terdengar jelas di telinga Malik. “Benar begitu, Sha?” tanya Malik karena Isha tak menjawab pertanyaannya. “Ya. Saya akan menikah akhir bulan ini,” jawab Isha di seberang. Meskipun Malik tahu jawaban apa yang akan didengarnya, namun tetap saja Malik belum siap hati untuk mendengarnya. “Tapi mengapa, Sha?” tanya Malik dengan pertanyaan yang jelas menunjukkan keputusas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN