“Ayo cepetan Dam! Lama amat sih lu?” panggil Siti Fatimah tak sabaran. Saking gugupnya dia berulang kali dia membetulkan letak hijabnya, bukannya semakin rapih malah semakin kusut. Sebuah hantaran seserahan yang kemarin sudah dia siapkan dia bawa ke luar rumah. “Bentar Mak, waduh kopiahnya gue simpen dimana ya?” Adam garuk-garuk kepala mencari penutup kepala berwarna putih yang akan dia kenakan untuk akad. Adam sendiri saat ini sudah rapih dengan setelan jas putih beserta kain samping ciri khas pengantin. Setelah menemukan benda yang dicarinya, tanpa menunggu lama lagi dia bergegas keluar rumahnya. “Eh, TUNGGU!. Si Ucul mana?!” pekik Lela mendadak panik. “Ya, elah dasar bocil nyusahin mulu hidupnya.” Keluh Adam. Masih berpakaian pengantin, dia terpaksa putar badan membantu Bibinya itu

