
Kehidupan seorang ibu yang pergi merantau ke luar negeri demi mencari nafkah untuk keluarga, sungguh sangat berat dirasakan oleh Novia. Novia berangkat ke Hongkong menjadi TKW, dengan berat hati dia meninggalkan anak perempuan yang berusia 1 tahun diasuh oleh ibunya, dikarenakan masih kecil dia tidak tega membiarkan anaknya diasuh oleh suaminya, kebetulan dirumah ibunya ada bapak serta adek perempuannya yang bisa bergantian menjaga.
Setelah semuanya beres, dengan mengikuti semua prosedur PT yang membantuku untuk bisa pergi ke luar negeri, sekarang tiba waktunya untuk berangkat menjadi pahlawan devisa. 9 Mei 2019 aku berangkat bersama beberapa teman PT diantar oleh sang suami,tidak lupa sebelumnya minta restu orang tua agar selamat dan sukses.
Setibanya di Hongkong kita dijemput oleh agen dan dibawa dikantor untuk menjalani prosedur diantaranya melakukan medical check up n membuat id Hongkong, keesokkan harinya aku dijemput oleh majikan, tepat sore hari aku dibawa majikan kerumahnya. Disini saya diajari oleh majikan bagimana cara berkerja dirumahnya, aku mulanya masih bingung ternyata disini dituntut harus kerja cepat dan bersih, pertama yang saya rasakan berat sekali tapi lama-lama sudah terbiasa berkerja seperti keinginan sang majikan.
Tugasku dirumah majikan adalah bersih-bersih rumah, masak , cuci baju dan lain sebagainya,sama seperti tugas art lainnya, disini saya tinggal bersama 4 orang dewasa diantaranya ada orang tua dan dua anaknya.Mereka semua baik apalagi masalah makanan tidak pernah membedakan antara pembantu dan majikan. Setiap majikan perempuan membeli makanan dia tidak lupa membeli juga untukku.
Selama kerja di Hongkong aku tiap malam atau waktu istirahat siang menyempatkan telfon ibu untuk menanyakan kabar anakku dan keluarga dirumah, apa saja yang dilakukan seharian ini juga tidak jarang melakukan panggilan video call untuk melihat wajah cantiknya, oh ya namanya Vabella Khanza biasa dipanggil Bella, wajahnya cantik dan badannya gemoy apalagi tingkahnya yang g mau diam buat semua orang gemes melihatnya. Tiap seminggu sekali ayahny akan datang untuk mengunjungi Bella, karena jarak rumah suami dan ibuku lumayan jauh ditambah suami punya sedikit ladang sawah dan ternak kambing membuatnya tidak bisa berkunjung setiap hari. Akhirnya untuk mengobati rasa kangennya pada Bella memutuskan setiap malam Minggu datang kerumah ibu.
Tidak terasa waktu terus berjalan
Selama bekerja dirumah majikan saya baik- baik saja, hubungan dengan majikan terjalin seperti keluarga sendiri seiring berjalannya waktu, sehingga dapat bertahan tinggal dengan majikan bertahun-tahun lamanya. Genap 6 tahun kerja diluar negeri ku rasa sudah cukup tabungan yang aku kumpulkan, bisa buat modal usaha dirumah, rencananya mau bikin toko sembako, ini sudah aku pikirkan sebelum berangkat kesini akhirnya akan terwujud kelak ketika pulang nanti."Ting" terdengar ada pesan di hp, aku lihat ternyata dari kakak ipar, beliau memberi pesan jika aku ada waktu diminta untuk menelponnya, kebetulan sudah istirahat langsung saja ku telfon kakak ipar dalam sekali panggil langsung diangkat mungkin sudah menunggu dari tadi.
"Hallo assalamualaikum mbk,
"wa'alaikum salam"
" Bagimana kabarnya mbk sehat
sehat kan dirumah?
"Alhamdulillah sehat semua gimana kabarmu disana sehat juga kan?,
"Baik mbk disini juga sehat,,,,,
Dek aku mau ngabarin tapi kamu yang sabar ya,,,,,,
" maksudnya gimana mbk, ada apa?,,,,,, Suamimu akan menikah besok lusa,,,!!! "Daaaarrrr" bagai disambar petir disiang bolong, dek ,,,kamu masih disitu kan, kakak ipar bertanya soalnya aku dah nggak bisa ngomong apa apa lagi, maksudny gimana mbk kan mas Arya masih suami aku,,, aku kembali bertanya dengan air mata tiada henti,,, jadi begini seminggu yang lalu suamimu ada acara reuni dengan teman- teman SMAnya yang diadakan dirumah salah satu temannya, aku sebenarnya nggak tega ngomong gini sama kamu tapi mau gimana lagi, kamu berhak tau akan hal ini karna kamu istri sahnya, menurut cerita Arya dia lagi makan sama temen temannya tiba tiba ada teman cewek kasih minuman karna dia tuan rumah dia terima buat hargain si cewek itu, setelah selesai acara semuanya pulang dan yang terakhir Arya sama temennya satu lagi, namanya Andi, ketika mau salaman tiba tiba dia pusing karna nggak kuat akhirnya jatuh pingsan, dan keesokan harinya dia bangun tanpa busana dan tidur sama cewek tadi, seketika aku lemas dengar cerita dari kakak iparku, selang beberapa menit aku sadar dari lamunanku aku bangkit, segera ku telfon suamiku yang bisa bisanya menikah tanpa bilang kepadaku lebih dulu, meski meminta ijinpun aku tak akan merestui, aku lebih baik pisah di banding harus dimadu.
Kutelfon Arya, setelah diangkat hening tanpa suara baik aku maupun suami, seperkian menit akhirnya aku bertanya tentang apa yang diceritakan kakak ipar, dia langsung minta maaf sambil menangis kepadaku, akupun memaafkan tapi aku minta pisah darinya, meski berat dia menyetujuinya.
