Bab 78 Kegelisahan

1849 Kata

Kalageni masih berdiri di hadapan Aji Danumaya yang terlihat gagah, tanpa kenal rasa takut. Kedua matanya menatap nyalang ke arah Kalageni dengan penuh rasa curiga, seolah mengorek apa maksud kedatangannya. Sementara Panji Panuluh masih memusatkan pikiran untuk menyalurkan tenaga dalam ke tubuh Bagas Jayanata yang perlahan mulai membaik. Sementara, Ayu Seroja hanya berdiri menunggu apa yang terjadi. “Jangan salah paham, anak muda. Aku kesini untuk mencari muridku, Bagas Jayanata. Aku tahu ia tengah terluka dan membutuhkan pertolongan. Namun aku merasa senang melihat dia baik-baik saja berkat pertolongan kalian. Sejujurnya ini membuatku agak terkejut karena tidak banyak pendekar di jagad persilatan ini yang berlaku demikian. Untuk itu izinkan aku mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN