Setelah berhasil merebut kitab Wasiat Iblis dari tangan Elang Soka, Arya Balawa merasa sangat puas dan senang. Ia langsung duduk di singgasana kecil yang dibuatnya seraya mengamat-amati kitab lusuh di tangannya. Tak sabar ia ingin membuka halaman per halaman yang ada dalam kitab. Namun, sejenak muncul keraguan pula dalam hatinya. Walau akan menjadi penguasa dunia persilatan, ia juga akan berubah menjadi makhluk terkutuk yang mengerikan. Ia merasa belum siap untuk itu. Kini pikiran Arya Balawa seolah tercuci semenjak mendapat kitab itu. Ia seolah tak mengharap bersekutu dengan siapa pun. Kitab yang dipegangnya sekarang adalah pusaka yang akan membawa dirinya menjadi rajad diraja dunia persilatan. Sebuah kitab terkutuk yang akan terus membawa pertumpahan darah bagi orang-orang di sekitarnya

