Aji Danumaya sama sekali tidak menyangka bahwa serangan Arya Sadana dapat mengenai dadanya. Pukulan itu sontak membuatnya terhuyung ke belakang. Rasa nyeri cukup untuk membuatnya terjajar, sehingga ia menjatuhkan lutut kanannya. Ia menatap ke arah Arya Sadana dengan tatapan tajam. “Kalau kau ragu, maka aku akan dapat menjatuhkanmu dengan mudah!” ucap Arya Sadana. Aji Danumaya merasa geram. Perkataan Arya Sadana itu seolah menyadarkannya. Memang ia sedikit ragu-ragu karena perasaan yang tidak menentu. Kini ia harus bisa menepis semua perasaannya. Segera saja ia bangkit, kembali menyerang dengan meluncur dahsyat bak anak panah langsung menghunjam sasaran. Serangan Aji Danumaya kali ini dipusatkan pada telapak tangan yang ia arahkan ke arah Arya Sadana. Wuus! Serangan kuat itu membuat em

