Bab 134 Kasih Ibu

1463 Kata

Harap-harap cemas Arya Sadana segera terjawab ketika Patih Ganendra memasuki ruangan dengan paras gusar. Arya Sadana hanya bisa menundukkan kepala, tak bisa berkutik. Semua bukti yang ditemukan oleh Wiradharma sudah jelas mengarah ke dirinya. Apa yang harus ia katakan? Hukuman berat pasti sudah menanti. Arya Sadana sudah bisa memperkirakan itu. “Tunjukkan bubuk beracun itu padaku!” perintah Patih Ganendra. Wiradharma yang berada di situ segera menyerahkan sebuah botol kaca berisi bubuk warna hitam yang diduga digunakan oleh Arya Sadana dalam pertarungan melawan Aji Danumaya. Patih Ganendra mengamati botol itu dengan saksama, kemudian beralih menatap Arya Sadana. “Kau gunakan ini selama pertarungan?” tanya Patih Ganendra dengan nada tajam. Arya Sadana terdiam sejenak, memikirkan jawaban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN