Matahari siang bersinar terik-teriknya, ketika rombongan Damar Andaru menyusur pinggiran hutan yang akan menuju wilayah Alas Purwo. Damar Andaru dikawal oleh Mahesa Wulung dan juga Cempaka Sari di belakang kereta kuda yang di tumpanginya. Ia melongok ke arah luar jendela kereta, melihat deretan pohon tumbuh rapat di sisi jalan. Dalam hati Damar andaru merasa lega setelah mendapat banyak perbekalan dari Brojoseno, sehingga ia akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Blambangan. Sementara di belakang, Mahesa Wulung juga sedang berbunga-bunga karena ia dapat menemani Cempaka Sari melakukan perjalanan. Ia tahu bahwa perjalanan ke timur ini bukan lah perjalanan mudah, sehingga ia tidak tega untuk melepas gadis itu sendirian. Mungkin Cempaka Sari tidak terlalu berkenan, tetapi ia tidak peduli d

