Bab 113 Pertarungan dalam Hutan

1447 Kata

Malam yang sunyi dan pekat di dalam hutan membuat Cempaka Sari merasa bosan. Mahesa Wulung yang sedang memeriksa kereta terasa lama sekali. Ia duduk di tepi api unggun sambil melempar-lempar kerikil ke arah api unggun. Sementara, Damar Andaru juga tampak melamun sambil sesekali melayangkan pandangan ke sekeliling. Hutan bagai penjara kegelapan, dengan dinding-dinding berupa pohon-pohon tinggi yang tumbuh saling merapat. Perasaan Damar Andaru merasa gelisah. Suara-suara binatang malam terdengar di kejauhan, menambah rasa gelisah. Ia menoleh ke arah Cempaka Sari yang juga terlihat semakin bosan. “Hmm ... sampai sekarang aku masih tak habis pikir, mengapa kau begitu saja bersedia menjadi pengawalku sejak di kedai itu?” tanya Damar Andaru. Ia berniat membuka pembicaraan agar malam itu tak te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN