Langit semburat keunguan, bercampur dengan warna jingga di sisi utara, saat sosok Pangeran Api Abadi berjalan melewati sebuah padang ilalang di tepi sebuah aliran sungai kecil yang jernih. Hari sebentar lagi gelap, tetapi Pangeran Api Abadi masih memicingkan mata, seolah mencari sesuatu di sekitar tempat itu. Namun, yang terlihat hanya pucuk-pucuk ilalang yang ditingkahi burung-burung pipit yang sedang mencari serangga. Sejenak kemudian ia berhenti, sambil memasang pendengarannya baik-baik. Ia mendengar suara gemerisik dari balik ilalang-ilalang itu. Beberapa saat kemudian, ia melihat empat sosok kurus bercaping berloncatan dari balik ilalang, mendarat tepat di hadapan Pangeran Api Abadi. Sosok-sosok itu berpencar menjadi empat penjuru, mengepung Pangeran Api Abadi. Tentu, Pangeran Api A

