107. Perundingan Malam

1936 Kata

Malam yang dijanjikan telah tiba, ketika Aji Danumaya beringsut keluar dari baraknya untuk menemui Ki Wirawan dan putranya, di tempat yang telah disepakati, yakni kediaman Ki Wirawan. Perawat kuda ini menempati sebuah rumah sederhana di kompleks kerajaan yang berada agak jauh di belakang, yang memang dikhususkan untuk para abdi kerajaan. Suasana di sana agak gelap, karena penerangan hanya mengandalkan lampu obor yang dipasang di tiang-tiang bambu yang berderet di sepanjang jalan kecil. Selain itu, suasana sunyi juga seketika menyergap, karena Patih Ganendra memang memberlakukan jam malam yang mengharuskan setiap penghuni kerajaan untuk tidak keluar malam, kecuali ada urusan penting. Aji Danumaya mengendap di antara lorong gelap yang membelah rumah-rumah kecil di samping kiri dan kanan. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN