Setelah beristirahat selang beberapa lama, Panji Panuluh dan Aji Danumaya kembali melanjutkan perjalanan ke timur. Mereka sama sekali buta dengan jalur yang mereka tempuh, hanya mengandalkan kabar yang beredar dari mulut ke mulut. Adakalanya mereka terjebak dalam sebuah hutan, tanpa tahu jalan keluar. Berhari-hari dalam hutan yang gelap dan angker. Untungnya, sejauh ini mereka dapat mengatasi segala hambatan yang menghadang. Matahari tengah bersinar marah ketika mereka berdua tengah berjalan di dalam hutan yang lebat, lebih dari hutan yang mereka sebelumnya. Sudah tak terhitung hutan yang mereka lewati, sehingga mereka kini lebih berpengalaman. Mereka tahu di mana harus mencari sumber air, serta buah-buah hutan yang tak beracun. Mereka juga belajar menggunakan petunjuk-petunjuk yang beras

