Bab 61 Perlombaan Maut

1651 Kata

Raja Telapak Iblis murka setelah mengetahui bahwa putri semata wayangnya telah digondol pergi oleh Pangeran Panah Api yang kini telah menjelma menjadi Pangeran Api Abadi. Tak hanya Mahalini, tetapi Kepala Suku Panah Merah juga berhasil dibebaskan dari penjara bawah tanah. Selama ini, ia merasa bahwa Padepokan Tapak Setan adalah tempat yang aman dan tidak bisa ditembus oleh musuh. Namun, nyatanya ia kini kebobolan seorang penyusup yang berhasil membawa kabur Mahalini. Kumbara hanya terdiam di hadapan Raja Telapak Iblis. Ia tidak sedang ingin membela diri, karena bagaimanapun ilmunya jauh di bawah Pangeran Api Abadi yang telah mencapai kesempurnaan dalam mempelajari ilmu-ilmu pertahanan diri yang baru. Jelas ia adalah seorang pemuda kemarin sore yang tak tahu apa-apa apabila dibandingkan Pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN