Bab 136 Cawan Beracun

1532 Kata

Pagi mulai menyingsing di bagian lain Alas Purwo yang berselimut kabut tipis pagi itu. Udara dingin yang membekukan tulang, disertai desir angin sepoi, membuat lalai jiwa-jiwa yang terbuai. Matahari rupanya enggan menampakkan diri karena awan tipis memenuhi langit. Dhanuwirya tersentak dari tidurnya. Sungguh ia tidak bisa tidur dengan lelap. Dalam kepalanya, bayangan Arum Kinasih masih terus berputar-putar. Benarkah gadis itu telah tewas dalam hutan disergap binatang buas? Rasanya ia kurang mempercayai alasan yang tak masuk akal itu. Dhanuwirya bangkit dari pembaringan, menuju bukit di belakang bangunan utama perguruan yang sunyi. Kabut masih menutupi bukit itu, saat ia berdiri sambil melihat hamparan hutan luas di kejauhan. Pikirannya masih terpaut dengan keadaan Arum Kinasih, gadis mani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN