58. Sikap Tama

1130 Kata

Tama tiba di depan rumah sakit tempat Rhea bekerja. Dia menghubungi gadis itu di kantor. Senyumnya mengembang, tak sabar untuk bertemu gadis itu. Ah, sepertinya Tama sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Cukuplah sepuluh tahun berlalu tak bertemu gadis itu. Keluar dari mobilnya, dia bersenandung menuju gedung rumah sakit. Dia melirik sekitar, lenggang, sepertinya pada sibuk di dalam. Koridor rumah sakit sore itu ramai oleh langkah kaki. Para staf berlalu-lalang, beberapa membawa berkas, sebagian lagi sibuk berbincang. Tama datang bukan dengan jas rapihnya seperti di kantor, melainkan hanya dengan kemeja gelap dan celana panjang. Namun, auranya tetap membuat orang-orang secara naluriah menyingkir memberi jalan. Dia datang untuk menjemput Rhea. Tapi justru telinganya menangkap percakapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN