49. Bertemu Lagi

1201 Kata

“Apa ini?” Dinda menatap Tama dengan wajah datar. “Putraku, Tan, Leon,” jawabnya, terbata. Roan diam, dia teringat dengan apa yang Rhea tanyakan beberapa waktu lalu yang mengatakan kalau ada seorang anak yang mirip dengannya. Dia yang tak percaya kala itu kini dibuang bingung. “Kenapa bisa mirip Rhea? Mirip aku,” gumamnya dengan tatapan kosong. Tentu saja, Roan terkejut mendapati fakta itu. Dinda juga duduk di kursi kosong dekat suaminya. Tatapannya masih lurus ke ponsel lalu menatap sang suami tak kalah tajam. Sebuah tatapan yang begitu mematikan membuat Roan terdiam kaku, berkeringat dingin, dan wajahnya makin pucat. “Jelaskan ini!” Nada tegas yang dingin itu menusuk. Membuat Roan dan Tama menelan ludahnya gugup. Ah, Dinda jika marah lebih menyeramkan daripada Rhea. “Pi!” Dinda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN