⚡D u a p u l u h t i g a⚡

747 Kata
Mas Prabu mem-booking cottage yang berada tepat di pinggir pantai. Cottage dan pemandangannya bagus. Pasti Mas Prabu membayar mahal untuk ini. Namun, kalau boleh memilih, aku tetap ingin pulang saja daripada harus berlibur di sini. "Cuma tiduran aja?" suara bariton Mas Prabu terdengar, aku hanya melirik lantas kembali menatap layar ponselku, "enggak mau berenang? Kita punya kolam renang pribadi." Aku menggeleng. "Enggak semangat," ucapku kemudian meletakkan ponselku di nakas lantas memejamkan mata, "aku mau tidur aja." Tapi, sialnya tiba-tiba aku merasakan tubuhku melayang. Saat aku membuka mata aku sedang berada di gendongan Mas Prabu lantas pria itu meletakkan tubuhku di atas kursi rotan. Tangan Mas Prabu menunjuk ke arah kolam renang di depan kami. "Saya mau berenang," ucapnya. Aku menatapnya tidak terima. "Aku," aku menunjuk ke arah diriku, "aku ngapain di sini? Aku ga mau berenang. Aku mau tidur di kasur, bukan di kursi rotan begini," ucapku penuh dengan emosi. Mas Prabu mendekat, dia meletakkan jari telunjuknya ke bibirku. "Diam. Enggak boleh bicara sama suami dengan intonasi setinggi itu." "Ya, terus aku ngapain di sini?" "Temani saya." Aku berdecak sebal. "Mending aku tidur." "Mending kamu di situ duduk atau saya tarik ikut ke kolam renang. Lebih mending mana, Luv?" Aku menyerah. Aku memilih menyandarkan tubuhku ke kursi ini lantas mulai memejamkan mata. Tidur di kursi juga enggak masalah, nyaman juga. Angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku membuat kantukku datang lebih cepat dan tidak lama kemudian aku sudah berada di dalam alam mimpi. Ketika aku terbangun, Mas Prabu sudah berada di sebelahku. Kemeja yang dia pakai sebelum berenang kini sudah berganti dengan kaos yang lebih santai. Pria itu sedang sibuk dengan ponsel dengan casing pink di tangannya. Sebentar, casing pink? Itu kan ponselku. Seketika kesadaranku langsung terisi penuh. Aku merampas ponselku, tetapi naasnya benda itu masih berada di tangan Mas Prabu. "Ngapain sih?" tanyaku kesal. Pria itu melirik kemudian tangannya terulur mengelus kepalaku. "Tidur lagi." "Itu ngapain pegang-pegang ponselku? Jangan macam-macam ya. Aku marah nih!" Mas Prabu langsung tersenyum, tapi senyumannya nyebelin banget. Kalau boleh, aku ingin garuk wajahnya. Kesel banget aku lihatnya. "Marah aja. Suami pegang ponsel istrinya wajar." Ishh! "Mas!" aku mendekat dan mengambil ponsel itu, tetapi Mas Prabu langsung mendekap tubuhku erat, "ga usah peluk-peluk! Aku mau ponselku. Argh!" "Luv, kenapa sih?" dia melepaskan pelukannya lantas mendekatkan layar ponsel itu ke depan wajahku, "saya cuma memasangkan aplikasi lokasi agar saya selalu tahu keberadaanmu." "Buat apa sih?" "Biar saya tahu lokasi keberadaanmu dan kamu juga tahu lokasi keberadaan saya. Itu tujuannya." "Ya, buat apa?" tanyaku masih belum puas dengan jawabannya. "Meminimalisir kenakalanmu." Tiba-tiba Mas Prabu mengembalikan ponselku. Dia berjalan ke dalam dan kembali lagi dengan laptop di tangannya. "Masukkan w******p kamu di laptop saya juga." Dia enggak sadar apa dengan perintah yang baru saja dia ucapkan. w******p aku dimasukkan ke laptopnya? Dia mau menyadap WhatsAppku? "Ga mau. w******p privasi." "Saya ga tanya kamu mau atau enggak. Cukup turuti saya perintah saya," Mas Prabu meletakkan laptopnya di tanganku, "sekarang, Luv," ucapnya dengan nada yang sedikit keras. Aku mau nangis. Ini kenapa malah jadi kaya gini sih. "Cepat. Kamu masih mau nakal? Kamu masih mau bohongi saya? Makanya saya enggak boleh lihat percakapan di w******p kamu?" Aku menggeleng. "Yaudah, cepat!" Suasana astri dan damai di tempat ini mendadak menjadi mencekam. Dengan perasaan yang takut akhirnya aku menuruti perintah Mas Prabu. "Jangan keluarkan w******p ini ya. Dan jangan mencari-cari cara lain agar kamu bisa membohongi saya ya." Aku hanya terdiam. Masih speechless dengan semua ini. Teruntuk yang mau baca cepat, aku udah publish satu buku full di k********a. Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853) Terdiri dari: Full E-book (Lengkap) Part Ke-1 sampai Part Ke-55 (Ending) Total 55 Part ; 215 Halaman Hanya dengan Rp46.000 kalian bisa akses semua itu, tanpa menunggu. Cara Pembelian: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Get A Cruel Husband? _ TheDarkNight_) 3. Setelah ketemu, scroll ke bawah sampai menemukan harga jual karya tersebut. Harganya Rp46.000. 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, Shopeepay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka". Jika ada pertanyaan boleh chat admin aku 085810258853 Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN