Rapuh... Bagai buih tertiup angin... -Lorena- Rena terdiam di dalam kamarnya, seakan baru saja terbangun dari mimpi buruk. Mimpi terburuk. Bapak dan Ibu masuk menemuinya. Siap dengan berbagai pertanyaan dan nasihat yang mereka tahan semalam, karena mereka lebih memilih menenangkan putri sulung mereka yang tampak terpukul itu daripada menyerang dengan pertanyaan dan nasihat. Dan Rena hanya menangis sepenuhnya di dekapan mereka semalam. "Nak, kamu tau, istri yang lari dari rumah suaminya itu tidak baik." "Aku tau, Pak," jawabnya masih menahan tangisnya. "Tapi, dia sama sekali tidak mencegahku. Sama saja dia mengizinkanku pergi, Pak." "Apa masalahnya?" tanya Ibu dengan tenang tangannya terus membelai. "Sama sekali nggak masuk akal sehatku, Bu. Aku seperti terjebak. Tiba-tiba ada se

